• 17

    Mar

    Ternyata, Kejujuran Itu Masih Ada

    Kejujuran Itu Masih Ada ~ 06:45 3 Februari 2016 Benarkah kejujuran  sudah langka di kehidupan kita atau sama sekali tidak ada lagi di dunia ini? Mengapa kita terlalu skeptis bila memiliki pemikiran ini karena bertemu satu dua atau beberapa orang di sekitar kita yang tidak jujur? Tak jarang pula kita membaca atau mendengar perkataan yang pesimistis bahwa kejujuran sudah langkah di dunia ini. Seakan di dunia ini tidak ada orang jujur lagi. Kalau pun ada sudah sulit menemukan. Ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Apakah ini karena bercermin pada diri sendiri? Seperti ada yang mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan! Tetapi bila juga mau jujur ternyata masih mudah pula kita menemukan orang-orang jujur di sekitar. Apakah di antara kita ada yang menemukan mereka yang
    Read More
  • 26

    Jan

    Sungguh Tak Nyaman Menerima Kesalahan

    Ketika Salah Disalahkan Masih Tak Menyenangkan Apalagi Ketika Benar Disalahkan ~ 23:35 22 Januari 2016   Manalah enak menerima kesalahan. Pasti bikin hati dongkol menyebalkan. Muka merah dan kepala berasap. Itu sebabnya yang menjadi pilihan kita adalah menolak keras bila ada yang menyalahkan. Walau kita menyadari kesalahan itu.    Senjata sakti untuk menolak disalahkan adalah dengan mengeluarkan senjata kemarahan. Hal ini berlaku di mana-mana. Kehidupan telah membuktikan sudah jelas salah kita tetap akan menghindar dan bahkan melawan. Apalagi kejadiannya di tempat umum di mana banyak mata memandang. Pastilah sulit untuk menerima kenyataan untuk disalahkan. Harga diri yang menjadi pertaruhan. Mau taruh di mana muka ini. Jadi marah menjadi perlindungan aman. Itu yang kita per
    Read More
  • 29

    Dec

    Sulitnya Menjaga Kepercayaan

    Sulitnya Menjaga Kepercayaan  ~ 08:42 28 Desember 2015 Anak saya bercerita tentang temannya yang membuat ia kesal dan marah.  Bagaimana tidak,  teman sekelasnya di Sekolah Dasar dengan senang hati dipinjami ID untuk main game.  Namun setelah itu entah sengaja atau tidak sengaja tidak melakukan log out  dan anak saya tidak  memerhatikan. Selanjutnya si teman bisa terus melakukan permainan dengan menggunakan ID tersebut. Lalu  ID tersebut diakui miliknya. Si dede sudah mengingatkan untuk mengembalikan tetapi malah diabaikan dan merasa tidak bersalah. Lalu malah diberikan ke temannya yang lain. Siapa yang tidak kesal? Anak saya sangat menyayangkan sikap temannya  yang begitu mudahnya menghianati kepercayaan. Sudah dengan senang hati meminjamkan I
    Read More
  • 18

    Dec

    Arti Memberi

    Arti Memberi ~15:55 17 Desember 2015   Alangkah indahnya bila dalam hidup ini selalu ada keingingan untuk memberi setelah begitu banyak yang telah kita terima. Entah sudah berapa banyak yang telah kita terima selama hidup ini dari semesta ini. Air, udara, sinar matahari dan tanah yang kita pijak setiap hari adalah pemberian yang tak ternilai.  Hakekat kehidupan sesungguhnya adalah memberi. Dalam sejarah kehidupan manusia sejak dahulu kala sudah memberikan akan pengajaran ini.  Setiap tradisi leluhur dan pengajaran agama telah mencatatkan dengan agung dan indah soal memberi ini. Jejak-jejak yang ada dapat kita telusuri dan akan menemukan kebenaran akan hal ini.  Kabar baiknya adalah bahwa dalam memberi bukan berapa banyak yang kita berikan. Namun berapa besar kerelaan y
    Read More
  • 4

    Dec

    Berbohong dengan Percaya Diri

    Berbohong dengan Percaya Diri ~  22:07 3 Desember 2015     Ada kejadian aktual soal berbohong ini. Di pabrik kami ada beli filter untuk pengolahan air minum. Tetapi setelah dipasang seminggu mengalami masalah. Teknisi dari toko datang memeriksa. Mereka mengecek dan tanya-tanya. Terang kami jawab apanya bahwa alat itu sudah terpasang seminggu lamanya.    Tidak lama datang bagian pembelian dan langsung komplain kalau barang baru pasang sehari sudah tak berfungsi dengan baik. Si teknisi jadi tanda tanya dan untuk meyakinkan ia bertanya lagi. Sebenarnya sudah pasang seminggu atau sehari?    Bagian pembelian ini langsung menanggapi dengan percaya diri dan meyakinkan bahwa yang benar ini baru sehari. Dengan nada yang galak pula. Kami diam. Barang memang sudah
    Read More
  • 26

    Nov

    Salah Paham Menyebabkan Ketidakdamaian

    Salah Paham yang Menyebabkan Ketidakdamaian~19:46 25 November 2015     Entah berapa banyak hidup yang kita lalui dalam ketidakdamaian karena yang bernama salah paham. Terjadi permusuhan, perceraian, saling pukul, saling benci atau bahkan terjadi perang. Tak jarang persahabatan yang sudah terjalin lama pun bisa bubar seketika oleh salah paham. Sebuah niat yang baik dan tulus pun bisa menjadi sumber salah paham dalam kehidupan ini.    Ketika salah paham muncul kita jadi sulit untuk menerima kebenaran yang sesungguhnya. Seperti sudah kehilangan akal sehat. Menutup diri rapat-rapat untuk melihat dan menelaah dengan lebih jelas.    Begitulah ketika hati kita tidak bersih dan tak bisa mengendalikan diri,sehingga penuh kecurigaan. Apa yang kita lihat bukan kebenaran
    Read More
  • 18

    Nov

    Bila Masing-masing Merasa Benar

    Bila Masing-masing Merasa Benar    Malam itu sekitar jam sebelas malam saya sedang memacu sepeda motor di jalan raya. Ketika hendak belok lampu merah sedang menyala. Sebagai pengguna jalan yang baik saya berhenti dan sabar menanti.    Seperti biasa kebanyakan pengendara begitu lampu kuning menyala sudah siap-siap menarik gas kendaraan. Jadi ketika lampu hijau menyala bisa langsung melesat.    Begitu juga saya saat melihat lampu hijau menyala lantas memacu kendaraan. Tetapi masih tetap waspada. Tak dinyana dari arah berlawanan sebuah kendaraan juga meluncur. Apa-apaan ini? Asumsi saya kalau dari arah saya lampu hijau menyala otomatis lampu trafik dari arah berlawanan pasti lampu merah yang menyala.    Karena saya merasa sudah benar ya terus menjalank
    Read More
  • 9

    Nov

    Perjalanan Kembali ke Dalam Diri

    Perjalanan Kembali Ke Dalam Diri    Dalam hidup kekinian setiap dari diri kita terlalu sibuk dengan urusan di luar dari diri. Sibuk dalam hal keduniawian. Kita lebih memahami kesuksesan hidup itu apabila sukses dalam usaha, karir, pendidikan, kekuasaan, atau segala hal di luar dari urusan spiritual. Memiliki anak-anak yang pintar dan berprestasi. Sebab hal seperti itulah yang lebih menarik dan menjadi fokus kehidupan kita.    Kita rela demi untuk meraih semua itu mengorbankan nilai-nilai spiritual yang kita miliki. Ya, demi kekayaan, peningkatan karir, dan meraih kekuasaan kita melakukan hal yang bertentangan dengan moralitas.    Kita tiada lelah mengejar keduniawian. Membangun rumah mewah dengan menghiasi seindah mungkin dengan perabotan yang berkualitas seb
    Read More
  • 4

    Nov

    Selalu Ada Hikmah di Balik Masalah

    Selalu Ada Hikmah di Balik Masalah…kalau belum dapat menemukan hikmah dari masalah yang ada, maka bolak-balik merenung untuk mencarinya! Kita meyakini satu kebenaran bahwa selalu ada hikmah dalam setiap masalah yang kita hadapi dalam hidup ini. Dengan demikian ketika ada masalah atau hal yang menyusahkan datang dalam hidup, sejatinya  kita menyiapkan diri untuk bersuka-cita memetik bunga-bunga hikmah yang ada. Sepanjang hidup dan tak mengenal musim pasti ada buah hikmah yang dapat kita petik. Tetapi kita lebih memilih untuk terjebak dalam keluh-kesah dan sibuk menyalahkan situasi atau orang lain. Begitu banyak energi yang terbuang untuk hal ini. Sejatinya kita tahu bahwa dengan mengeluh pun tak akan menyelesaikan masalah. Padahal sudah banyak pengalaman hidup telah me
    Read More
  • 26

    Oct

    Debu Hati

    DEBU HATI Debu-debu yang ada di sekitar kita yang menempel di mana-mana menyebalkan. Apalagi menempel pada makanan. Pasti membuat perasaan kita jijik untuk menyantapnya lagi. Pada musim kemarau ini debu-debu beterbangan yang beterbangan semakin mengganggu saja. Menimbulkan batuk-batuk dan gatal-gatal di hitung. Yang pasti udara menjadi polusi. Salah satu cara yang sering saya lihat yang dilakukan orang untuk mengatasinya adalah dengan menyirami dengan menggunakan air, sehingga debu tidak beterbangan lagi. Lumayan bisa mengatasi sementara gangguan. Apakah kita juga menyadari bahwa debu-debu dalam bentuk lain juga menempel di dalam hati kita? Sejatinya hati nurani kita adalah terang-benderang. Sebab hati nurani merupakan Pelita Ilahi untuk menerangi kehidupan kita.  Nurani &n
    Read More
- Next

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post