BERSATU DALAM PERBEDAAN

17 Oct 2009

Siapapun Kita Saat Ini, Percayalah Kita Diciptakan Ada Manfaatnya Bagi Kehidupan Ini. Tergantung Mau atau Tidak Kita Menggunakannya


Tadi malam aku bermimpi mendengarkan obrolan jari-jari tangan, saat mereka sedang kongkow-kongkow.

Jempol membuka suara, “Rasanya aku ini yang paling hebat diantara kita berlima. Coba lihat, kalau tuan kita ingin memberikan pujian pasti ia akan menggunakan aku!”

Giliran telunjuk yang bicara, “Aku juga hebat karena sering membantu orang, karena setiap kali ada yang minta arah, tuan akan segera menggunakan aku. Atau untuk memperjelas sesuatu, tuan pasti akan memanfaatkan aku.”

Jari tengah juga tak mau kalah, “Tidak, aku yang paling hebat diantara kalian. Aku yang selalu berada ditengah dan paling tinggi diantara kalian!”

Jari manis sudah tak sabar untuk bicara, “Ya, ya. . . Kalian boleh mengaku hebat, tapi aku ini yang paling disayang dan kaya. Karena aku selalu dipakaikan cincin emas oleh tuan kita!”
Lalu mereka berempat memandang kearah kelingking yang terlihat lesu.
“Kelingking, sekarang giliran kamu, apa kelebihan kamu. Selain cuma bisa buat ngupil? ” kata salah satu diantara mereka.

Sedikit gemetar akhirnya kelingking bicara juga, “Memang aku ini yang paling tidak berguna. Paling kecil. Tapi aku tetap adalah bagian yang namanya telapak tangan. Kalau tanpa aku, maka tak akan jadi sempurna dan kalian akan merasa kehilangan. Walau kecil, kalau telapak tanpa diriku, akan tak terlihat indah. Oleh sebab itu kita adalah sama, walau berbeda-beda namanya. Kita adalah telapak tangan dan tuan kita juga sama yang bernama manusia. Dan kita semua mengabdi padanya !” Jempol, telunjuk, jari tengah dan jari manis semuanya saling memandang dan mengangguk sambil bersuara,
“IYA, YAAA . . . . !

Ya, apa yang perlu aku bangga-banggakan dan menyombongkan diri atas kelebihan yang aku miliki. Karena setiap orang punya kelebihannya masing-masing dan seharusnya kita saling melengkapi. Apabila aku punya kelebihan, bukan sebagai kebanggaan tapi menggunakannya agar dapat bermanfaat bagi hidup ini dan berguna untuk orang lain. Dan juga bukannya dengan kelebihan yang aku miliki justru digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna. Apa gunanya?!

Begitu juga, aku tak perlu untuk merendahkan diri dengan kekurangan yang aku miliki. Aku diciptakan pasti ada fungsinya. Mungkin aku tidak bisa melakukan hal-hal yang besar, tapi aku bisa memulainya dengan melakukan hal-hal yang kecil yang bisa bermanfaat bagi kehidupan.
Membuang sampah selalu pada tempatnya, misalnya. Selalu menyayangi rejeki yang dimiliki dengan tidak mensia-siakan makanan dan air yang digunakan sehari-hari. Selalu memberikan senyuman setiap bertemu dengan orang lain. Setiap hari berdoa untuk kebaikan orang lain. Itu hanya contoh kecil.
Begitu sederhana dan kelihatan kecil, tanpa perlu usaha keras dan biaya. Masihkah aku tak bisa untuk melakukannya?

Yang lebih penting lagi adalah bahwa hidupku ini selalu untuk kebaikan ‘Tuan’ dan mengabdi padaNYA, Sesuai dengan yang aku bisa dan potensi yang ada padaku. Serta bahwa aku, kamu, dia, dan mereka adalah harus menjadi kita sebutannya. Indahnya kalau dari kita yang berbeda-beda ini bisa saling menjaga, saling melengkapi dan saling mengasihi. Bayangkanlah ibarat jari-jari tangan tadi, kalau mereka mau bekerjasama yang akan membentuk yang namanya kepalan, berapa besar kekuatan yang akan dihasilkan?!

Marilah bersatu dalam perbedaan tanpa membedakan.

Uaaahh. . . Tiba-tiba aku terbangun. ” Ada apa nih? ” ternyata memang hanya mimpi. Jangan menjadi pikiran!


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post