Ceritaku

17 Oct 2009

Bermakna Tidaknya Sebuah Cerita Tergantung Siapa Yang Baca, Mungkin Bagi Saya Bermakna, Bagi Dia Biasa Saja. Dan Bagi Mereka Seperti Sampah! Tapi Cobalah, Bagi Siapa Saja…Sediakan Sedikit Waktunya Untuk Merenungkan Sebuah Cerita


wink1 A
dakalanya sebuah cerita sungguh bermakna, bukan dengan hanya dengan membacanya. Tapi saat - saat di penuhi ketenangan kita merenungkannya. Inilah sedikit kisah yang muncul dikepala saat minum kopi dikala senja ;

# TENTANG BERPIKIR SEDERHANA

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa
busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penjerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan. Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?”

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh, tetapi ternyata, ah… kijang.
Ia pun membiarkannya berlalu.

Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget.

Spontan ia berteriak, “Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranyapun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang-orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapat kan apa-apa. Demikian juga dengan seseorang yang bergumul dengan pasangan hidup yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa pertimbangan logika yang sehat.
Kita tentunya perlu mempunyai harapan dan idealisme supaya tidak asal tabrak.
Tetapi hendaknya kita ingat bahwa seringkali Tuhan mengajar anak-Nya dengan perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum mempercayakan perkara besar dan lagipula tidak ada sesuatu di dunia yang perfect yang memenuhi semua idealisme kita. Berpikirlah sederhana.

# TENTANG KEBAHAGIAAN

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai.
Kata Ayah kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini.
Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu dimana air ?
Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, “Dimanakah air ?”
Jawab ikan sepuh, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya.
Memang benar, tanpa air kita akan mati.”
Apa arti cerita tersebut bagi kita ?
Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya…..
Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk berbahagia adalah saat ini, saat untuk berbahagia dapat kita tentukan……
“Being happy can be hard work sometimes, it is like maintaining a nice home, you’ve got to hang on to your treasures and throw out the garbage..”
“Being happy requires looking for the good things. One person sees the beautiful view and the other sees the dirty window, choose what you see and what you think.”

# TENTANG KASIH

Di Italia, pada saat musim dingin, anak-anak sekolah biasa ke sekolah dengan memakai jaket tebal, sarung tangan, dan sepatu boot.

Pada suatu saat, seorang guru TK membantu salah satu muridnya yang mengalami kesulitan menggunakan sepatu bootnya. Sepatu yang dipakai muridnya itu kekecilan. Dengan susah payah guru itu memakaikan sepatu boot itu ke kaki muridnya.

Setelah sepatu kedua sudah terpasang, tiba-tiba si murid berkata, “Ibu guru, sepatu ini terbalik!” Dengan wajah tak percaya dia melihat kaki muridnya, dan benar dia memasangkan sepatu di kaki yang salah. Dia berpikir melepaskan kembali sepatu itu akan sama sulitnya dengan memakaikannya. Namun akhirnya dia membenarkannya.

Setelah terpasang dengan benar, muridnya berkata lagi, “Ibu Guru, sebenarnya ini bukan sepatuku!” Mendengar itu guru itu menjadi agak jengkel, tapi dia tetap berusaha sabar. Sekali lagi ia berusaha dengan susah payah membantu anak itu melepas sepatunya.

Setelah sepatu itu terlepas, muridnya itu berkata, “Kenapa sepatuku dilepas lagi? Aku cuma mau bilang, kalau ini bukan sepatuku, tapi sepatu adikku. Tadi pagi Mama memaksa aku memakainya karena sepatuku basah.” Guru itu tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa ketika mendengar perkataan muridnya itu. Dan dengan sisa-sisa kesabarannya dia memakaikan kembali sepatu muridnya itu.

Setelah selesai, dengan perasaan lega guru itu berkata, “Nah, Sekarang, pakailah sarung tanganmu! Udara sangat dingin sekali!” Anak itu menjawab, “Aku lupa mengeluarkannya dari dalam sepatuku!”

diambil dari : Milis Irrika

# TENTANG BERSYUKUR

Seorang tukang becak dengan tubuh yang masih lelah langsung menemui istrinya , “Bu, ini pendapatan ayah hari ini. Lumayanlah. Memang cuma agak sepi! “

Sang istri langsung menghitungnya setoran suaminya, “Pak, kok cuma segini?! Mana cukup untuk keperluan besok! ” Dengan muka cemberut sang istri meninggalkan suaminya yang masih kelelahan, dan hany mengurut dada.

Pernah saya mengalami kecelakaan motor saat di bonceng teman, akibatnya bibir saya pecah dan harus di jahit. Tapi setiap kali saya ceritakan saya masih bisa berkata, “Untung cuma bibirnya yang pecah, bukan kepala! “

# TENTANG MEMBERI

Ada teman yang punya teman lagi. Nah temannya ini masih sekolah SMP Kelas dua waktu itu. Setiap hari kalau ke sekolah ia selalu membawa apa yang ia bisa bawa. Kue dan uang jajan selalu ia sisihkan untuk di berikan kepada pengemis di jalanan. Karena panggilan hatinya melihat para pengemis yang menyedihkan. Semua ia lakukan walau harus mengurangi jatah makan dan uang jalannya.

# TENTANG MEMAKLUMI

Seorang bapak entah karena mengantuk dalam suasana jalan yang macet, tanpa sengaja menabrak motor yang di depannya. Merasa bersalah ia cepat-cepat meminta maaf. Tapi yang di tabrak tak terima. Mencak-mencak dan memaki-maki. Padahal motornya tak ada kerusakan apa-apa. Bapak itu cuma bisa mengurut dada yang tidak apa-apa. Karena banyak yang melihat, akhirnya yang ditabrak pergi sambil marah-marah.

Pernah pembantu di rumah mencuci baju kurang bersih, istri saya pun sedikit marah dan saya hanya bisa bilang, ” Ya, sudahkah, kalau memang kelihatan masih kotor kan bisa di cuci lagi. Beres, kan?!”

# TENTANG BICARA

Sahabatku tiba-tiba diam seribu bahasa dan selalu menghindar bila bertemu saya. Saya sampai bertanya-tanya ada apa ini? Apakah sudah sombong, pikir saya. Akhirnya saya selidik sana-sini. Kemudian teman memberitahukan, “Kamu telah menyakiti hatinya. Kamu kan pernah meledek dia. Dia marah dan tak bisa terima! ” “Oh. . . Begitu, meledek yang mana ya ? Coba saya pikir! Ehmm, saya ingat. Pasti yang itu! Padahal cuma bercanda lho. . . ” kata saya sembari geleng-geleng. Tapi teman itu mengingatkan, “Tapi ia tersinggung! ” “Kalau begitu, saya harus minta maaf padanya, ” saya menyesalinya.

# TENTANG MELIHAT SISI BAIK

Seorang teman berkata blak-blakan pada kawannya, “Saya heran, kenapa kamu yang ganteng begitu dapat istrinya jelek, mana hidungnya pesek! “
Tanpa rasa tersinggung teman ini menjawab, “Oh, ya! Saya baru tahu lho hidungnya pesek, soalnya yang selalu kulihat adalah bibirnya yang seksi selama ini! “

Seorang ibu marah kepada anaknya, “Kamu kok jelek sekali nilai matematikanya. Contoh abangmu, nilainya bagus.” Padahal dalam menggambar anak itu juara satu. Dan masih ada kelebihan lainnya.

# TENTANG MENGALAH

Suatu waktu, saat melewati sebuah gang yang sempit , aku menghentikan langkah untuk memberikan kesempatan kepada seorang ibu-ibu untuk lewati dulu dengan memiringkan badan . Untuk itu saya mendapat sebuah senyuman, yang saya rasakan lebih indah daripada miliknya Monalisa.

Pernah juga suatu ketika naik busway yang penuh sesak. Melihat saya menggendong si kecil yang sedang tertidur, ia langsung bangkit untuk memberikan tempat duduknya. Saat saya bilang tak usah. Dia menjawab, kalau dia turunnya dekat. Tapi saya lihat sepanjang jalan ia tidak turun-turun juga. Ternyata turunnya berbarengan dengan saya!

# INDAHNYA PERBEDAAN

Saat melayat orang tua teman yang beragama Buddha meninggal di rumah duka, saya sedikit kaget juga. Kenapa? Karena saya keluarganya banyak juga yang muslim _ tahunya karena pakai kerudung!” Kemudian ia bercerita, kalau keluarganya adalah keluarga yang penuh perbedaan. Kakaknya dan pamannya ada yang muslim, adiknya nasrani, dia sendiri Buddha, dan istrinya muslim. Tidak ada masalah, justru komplit jadinya. Lebih sering bisa bersilaturami. Lebaran kumpul. Natal kumpul. Imlek kumpul. Tahun baru masehi kumpul. Bukankah indah? “Ya, Selama kita tidak pernah mempermasalahkan perbedaan yang ada! ” Kata teman itu.

# TENTANG KESABARAN

Karena terburu-buru saat mandi tidak membawa handuk, setelah selesai mandi baru sadar. Akhirnya saya teriak -teriak, “Dede. . , tolong cepatan ambil handuk papi. Cepat!”

Dan segera si kecil muncul membawa handuknya tapi ada wejangannya, “Papiii…kalau jadi orang itu yang sabar ya. Ini handuknya!” Mendadak saya jadi bengong dan mati kutu.

# TENTANG BERTERIMAKASIH

Dulu saya diajarkan kalau makan itu jangan dihabiskan, katanya disisakan untuk makhluk yang tidak kelihatan. Kalau ke rumah orang, jangan dihabiskan karena nanti dikira kelaparan. Tapi sekarang saya diajarkan, kalau makan harus dihabiskan. Itu wujud sebagai rasa terimakasih, kepada Tuhan, para petani dan juga yang memasakan. Memang benar juga!

Setiap saya memberikan sesuatu ke anakku, kalau reaksinya cuma diam, saya akan bertanya kepadanya, “Kenapa dede cuma diam! ” Kalau sudah ditanya begitu, ia akan bilang, “Terimakasih papi, papi baik! “

# TENTANG MENCINTAI

Ketika muda punya pacar orang Medan, suatu ketika ia menulis surat yang isinya menginginkan hubungan kami cukup sudah sampai disini karena ia akan kembali ke pacar lamanya . Walau dengan hati yang berat, saya hargai kejujurannya tanpa harus sakit hati. Karena itulah artinya cinta yang tak harus memiliki.

# TENTANG BERKORBAN DAN MENGASIHI

Saya mengenal banyak sahabat yang hidup dalam pelayanan. Yang rela meninggalkan keluarga dan pekerjaan, bahkan negaranya demi pelayanan untuk kebaikan umat manusia. Suatu saat ada yang berkata, “Banyak yang salah paham dan menyalahkan mengatakan kami kejam, karena meninggalkan anak-anak dirumah. Tapi mereka tidak mengerti, kami relakan kasih yang kecil ini untuk melakukan kasih yang lebih besar. Kalau di rumah, mungkin kami hanya bisa mengasihi anak kami dua orang. Namun dengan kami keluar melakukan pelayanan ini, tak terbayangkan berapa banyak anak yang bisa kami kasihi. Seperti juga yang dilakukan Bunda Teressa di Kalkuta, India. Dalam diam aku penuh keharuan. Kasih sejati, sungguh indah !

# TENTANG TANPA PAMRIH

Waktu dulu tinggal di Serang saya mengenal seorang pengurus yayasan. Ia mengatakan pada saya kalau ada yang benar-benar membutuhkan bantuan boleh hubungi dia. Selama ini ia sudah sering salurkan bantuan-bantuan langsung tunai. Saya tanya donaturnya siapa? Saya tak mendapat jawaban, karena orangnya sudah pesan tak perlu kasih tahu siapa-siapa!

# TENTANG HARAPAN

Yang namannya hidup pasti ada kalahnya mengalami kesusahan. Namun dalam keadaan susah yang bagaimanapun, aku selalu berkata pada diriku, “Kamu boleh hidup susah, tak punya apa-apa. Tapi kamu masih punya harapan, selagi ada kemauan!” Jadi hidup dalam pencobaan yang seberat apapun telah aku lalui dengan selalu menggantungkan harapan akan hari esok yang lebih baik.

# TENTANG IMPIAN

Seorang kawan lagi yang waktu kecilnya hidup dalam kesusahan. Saat menonton tv yang menampilkan acara tentang tembok Cina, ia hanya bergumam, suatu saat aku akan kesana. Ibunya berkata, “Nak, jangan bermimpi, kita ini orang susah. Kamu besarnya paling seperti bapakmu jadi petani!” “Mak, aku tidak bermimpi, tapi itu impianku. Kita pasti bisa!”

Saat besar, ia bukan hanya bisa ke tembok Cina. Tapi bisa keliling dunia. Itulah sebuah kekuatan impian.

# TENTANG KESOPANAN

Entah apes atau beruntung suatu hari setelah mengambil sesuatu dari kulkas, tanpa sadar saya menutup pintunya dengan menggunakan kaki. Dan itu terlihat oleh si kecil. Langsung ia berkata lantang, “Papi, yang sopan dong! Kalau tutup pintu pakai kaki itu tidak sopan namanya!”
Kata-kata yang sederhana tapi sungguh mengena di hati saya.

# TENTANG HATI YANG MEMAAFKAN

Adakalanya si kecil suka nakal dan saya terlalu keras mengajarinya. Kadang ia akan menangis dan ngambek . Biasanya setelah selesai memarahinya kadang saya diliputi kesedihan yang sangat. Setelah itu saya peluk dia, “Maafkan papi ya, marah-marah sama dede!”

Namun dilain waktu kalau si kecil nakalnya sudah terlalu, saya akan bilang sama dia, Lihat mata papi! _ karena merasa salah dia takkan berani memandangi saya.
Kemudian saya lanjutkan, Dede tahu kenapa papi marah?
Setelah mendengar saya bicara begitu, pasti dia akan menjulurkan tangan dan berkata, Ya, udah. . . Maafin dede. Dede salah, nanti gak nakal lagi!
Dan diakhiri sebuah pelukan.


cdn1applatformcom2Yang namanya hidup berumahtangga pasti adakalanya terjadi perselisihan dan perbedaan. Dan itu pernah kami alami. Akhirnya jadi ada yang ngambek dan diam-diaman. Saat aku dan istri saling diam dan asyik dengan acaranya sendiri, si kecil merasakan kami sedang marahan.
Lalu dia buka suara, Papi dan mami kok diam aja sih? Ngomong dong! Jadi orang itu jangan suka marahan. Gak baik, tau! Kalau ada kesalahan, harus di maafin dan lupain deh!

Kami jadi saling memandang, kok si kecil bisa bicara begitu. Dapat ide dari mana dia. Sudah seperti kakek-kakek saja! Setelah itu tiba-tiba ia memegang tangan saya, lalu ia juga memegang tangan mamimya, sambil berkata, Sekarang papi dan mami harus salaman. Baikan lagi!

Duh. . . Malunya hati dan muka ini. Kembali aku memandang istri dan dia juga memandangi saya. Ya. . Hati kami langsung jadi lemah dan mengikuti kemauan sang juru damai, si kakek kecil. Tiba-tiba hati ini jadi damai dan tak sanggup untuk menahan tawa saat itu juga. Lalu kami _ bertigaan _ saling berpelukan kayak teletabies.
Berpelukan!

Gitu dong, dede kan jadi senang! Dalam pelukan kami yang berdua si kecil berkata.

# TENTANG KEHILANGAN

Baru memiliki hp baru rasanya keren juga dan jadi pede menggunakannya, tapi bukan untuk bergaya. Namun apa mau dikata, baru sesaat digunakan dalam sekejap sudah berpindah tangan, di jambret orang.
Rasanya tak percaya, disiang bolong hanya seorang anak umur lima belasan berani mengambil hp yang sedang saya gunakan.
Dan langsung kabur. Sesaat itu hanya bisa bengong dan linglung.
Mengapa?

Begitu susah payah mengumpulkan uang untuk membelinya, tapi orang begitu gampang mengambilnya. Begitu mengingat kejadiannya, ada kesal dan marah kepada si penjambret. Walau dalam hati sudah menghibur, Sudahlah, tak apa, mungkin orang itu ingin memilikinya, nanti juga ada gantinya?

Kapan baru bisa, saya berpikir! Dalam keadaan keuangan yang serba mepet, apa mungkin bisa beli lagi, jangan omong kosong, bantahku dalam pikiran.

Tapi kemudian saya sadarkan diri, ya nanti pasti bisa beli lagi. Yang penting dari kejadian ini ada hikmahnya, lain kali harus hati-hati. Lebih baik kehilangan sekarang, hp cuma sejutaan, dari pada nanti hp berjuta-juta.
Dan memang benar, tidak lama kemudian saya bisa beli lagi yang tentunya lebih bagus.

# TENTANG BELAJAR

Sebenarnya banyak sekali kesempatan bagi saya untuk bisa belajar mengemudi. Tapi tak pernah dimanfaatkan. Bukan juga karena tak ada niat dan kemauan. Semuanya hanya gara-gara sebuah penyakit yang saya miliki, yaitu seringkali membayangkan dulu suatu hal yang belum dilakukan, untuk menakuti diri sendiri. Saat mau belajar mengemudi yang mulai terbayang adalah segala kesulitan dan kerumitannya. Mesti injak rem, injak kopling, injak gas, takut menabrak atau entah apalagi. Demikian kejadiannya berulang. Dan keputusan tetap, nanti saja belajarnya.

Sampai kemudian ketemu teman yang tadinya sama tidak bisa apa-apa sekarang sudah bisa mengemudi, belum lancar tapi sudah berani keliling kota. Gampang kok, katanya. Jadi gengsi juga.
Timbullah niat untuk belajar dan langsung daftar di sekolah mengemudi.
Saat pertama praktek, langsung tanpa ba bi bu lagi tanpa teori apa-apa, oleh instrukturnya dikasih kunci dan ditanya, Bisa hidupin mobil kan? Kalau bisa, berarti bisa jalan.

Dan langsung tancap gas, baru jalan beberapa puluh meter, mobil sengaja diarahkan untuk melewati pasar, walaupun keringat dingin mengucur, waktu itu cuma bisa konsentrasi penuh. Ternyata bisa lewati juga. Setelah selesai latihan pertama, saya cuma berpikir, ternyata tidak ada yang seram kok dalam belajar mengemudi itu, kenapa belajarnya tidak dari dulu-dulu. Ternyata menakutkan itu hanya dalam bayangan saja.

# TENTANG KEMARAHAN


toothy_smile

Suatu pagi

Boss : Saya marah-marah dari tadi, kenapa kamu cuma diam?!

Anak buah : ????!!!

Suatu siang, boss marah-marah.

Anak buah : Begini pak. . . . Masalahnya begitu pak. . .

Boss : Kamu ini, kalau kena marah dan salah bisanya cari alasan dan pembelaan!

Suatu sore, lagi-lagi boss marah.

Anak buah : Maaf pak, saya sekarang diam atau bicara?

Boss : ???!!!

Tapi akhirnya, bossnya tetap marah juga!

Justru marahnya tambah hebat. . .

Jadi salah siapa? Sekali-kali, anak buah perlu marah juga kali ya ? Kalau ikutan marah salah juga. Bisa - bisa langsung di pecat. Loh, kalau dipecat bukannya jadi enak? Enak tidak kena marah, tapi jadi tidak bisa makan enak resikonya! Jadi harus bagaimana dong?

# TENTANG DIAM


m025

Seorang istri marah-marah pada suaminya yang berbuat salah, Kamu dimarahin, kok diam saja sih?!

Saya harus ngomong apa? Apa saya harus marah-marah juga? Atau mencari-cari alasan kenapa saya salah? Saya dari tadi diam saja, karena saya tahu, saya salah! Kata sang suami sambil memandang dalam-dalam sang istri.

Mendengar penjelasan sang suami, akhirnya sang istri tertunduk diam.

Memang tak selamanya diam itu emas. Tapi diam pada saat yang tepat bisa menjadi emas dan bikin selamat. Berapa banyak keributan terjadi, karena kita tak bisa diam, selalu terpancing untuk membalas. Kemarahan di balas kemarahan dan pembelaan diri yang panjang lebar. Akhirnya urusan melebar kemana-mana, hanya karena mulut ini tak bisa diam. Pembelajaran hari ini yang saya dapatkan, memang sudah waktunya saya untuk belajar bisa diam. Diam yang bisa menghasilkan emas.

# TENTANG MORAL

m014makanapa

Hari masih pagi, di sebuah rumah kontrakan.

Aweng : Mau makan apa?

Joker : Nasi goreng aja deh! Aweng : Ngomong-ngomong, hari ini kita makan siapa nih?

Ada ide?

Joker : ????

Ternyata sekarang ada jenis makanan-makanan baru yang sangat di gemari. Ada yang namanya makan teman, makan saudara, makan perawan dan uang atau makan rejeki orang. Apakah memang sudah kehabisan makanan di bumi ini? Lagi pula makanan itu harganya mahal sekali, mudah-mudahan saya tak sanggup membelinya! Lebih baik cukup makan nasi atau ubi saja.

# TENTANG KESALAHAN
index

Saat anak buah salah, boss marah, Kamu kerja yang benarlah!!! Jangan bisanya cuma salah!!!

Giliran boss salah, tetap saja marah dan balik menyalahkan, Kamu itu yang benar dong!!! Sudah tahu saya salah, masih di ikuti, seharusnya perbaiki!!! Benar-benar bodoh!

Kata buku, boss itu tidak pernah salah! Tapi kata hatiku, bukannya tidak pernah salah, justru sering salah. Cuma saja tak ada keberanian untuk mengakuinya. Jadi hal ini akan terus berlanjut. Karena itu ia akan selalu merasa benar, jadi tidak ada kesempatan untuk memperbaiki.

Akhirnya salah terus! Benar kan? Jangan tanya kepada rumput yang bergoyang, pasti tidak tahu. Sebab ini rahasia!



TAGS


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post