PRESIDEN REPUBLIK MIMPI: KORUPSI ATAU MATI?!

31 Oct 2009

sby_marah_liputan_61tegaskan

PADA AWALNYA KARENA BISNIS TERGANGGU

Tiap hari berita tentang perseteruan Polri dan KPK tak ada hentinya disemua media. Tentunya lebih banyak yang membela KPK karena telah banyak menunjukkan kinerja dan citranya, kalau polisi, kita tahu sendirilah bagaimana kinerja dan citranya selama ini. Tak heran begitu banyak dukungan yang datang untuk dua tersangka dari KPK, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah. Sampai ada yang bikin “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto ” oleh Usman Yasin karena murni suara hati. Beliau siap dipanggil kalau dianggap mengkritik penguasa yang kemudian gerah. Saya yang tadinya hanya baca-baca tak tahan juga untuk mengeluarkan teriak hati ini yang telah lama terpendam.

Dan dibawah ini sedikit cuplikan tulisan Teten Masduki pada rubrik opini Kompas terbitan Jumat, 30 Oktober 2009 yang menggelitik hati :

KPK juga telah mempermalukan reputasi polisi dan kejaksaan. Bisnis perlindungan hukum bagi koruptor menjadi hancur ketika KPK bisa dengan mudah menyeret koruptor ke penjara meski polisi dan jaksa sudah menutup kasusnya rapat-rapat dengan alasan klasik; tidak cukup bukti.

Dan terpaksa saya harus mengamini, tentang masalah bisnis ini, karena itulah selama ini yang terjadi sampai sekarang pun masih diam-diam dijalani. Atau yang masih terang-terangan dijalanan yang sudah bukan rahasia lagi.

Dalam kasus ini, saya tidak mencoba untuk membela siapa-siapa. Kita saja yang nilai sendiri.

BISNIS YANG BEGITU NIKMAT, JANGAN GANGGU KAMI

Secara langsung saya pernah tahu tentang bisnis yang dimaksud Teten Masduki ini .
Saya pernah ditawari oleh teman yang banyak hubungan dengan pejabat tinggi_ polisi dan jaksa _, kalau saya ada teman dan saudara yang punya kasus atau sedang berada dalam dipenjara cukup sediakan uang lima puluh juta saja, ditanggung beres kasusnya. Dan dia menyebut beberapa kasus yang sering muat dikoran sudah beres ditangani untuk meyakinkan saya.

Pernah juga tetangga sebelah kena kasus bawa ganja dari Aceh tertangkap di Lampung dan ada muncul ditelevisi, lalu ia menghubungi keluarganya agar menyediakan uang 100 juta demi kasusnya tidak dilanjutkan lagi. Tidak lama kemudian, saya lihat ia sudah bisa nongkrong didepan rumahnya.

Ada saudara dari istri yang harus jatuh miskin karena diperas polisi gara-gara jadi bandar judi. Dan saudara sendiri juga ada, yang saat jadi bandar judi setiap bulan harus mengeluarkan uang kurang lebih 100 jutaan demi kelancaran usahanya itu tanpa diganggu. Ada lagi teman yang coba-coba jual jam Rolex palsu, kena razia sampai kapok karena habis diperasi sampai ratusan juta. Dan juga, kita umumnya sudah tahu, setiap perusahaan-perusahan polisi mendapatkan jatahnya kalau mau aman.

Ini kenyataan di negeri ini yang tak mungkin kita pungkiri lagi . Selama ini sahabat kita ini sudah begitu nikmat menikmati bisnisnya, lalu tiba-tiba ada yang mengganggu, ini ibarat harimau dibangunkan dari tidurnya. Pasti sangat terganggu, mungkin mereka juga akan bikin gerakan untuk melawan . Sah-sah saja kan? Namanya diganggu!

SEMUA HARUS DIAKHIRI, TIDAK CUKUP HANYA MENGGUNAKAN NURANI

Persoalan korupsi di negeri ini ibaratkan kanker sudah mencapai stadium empat. Kalau mau jujur, siapa yang tidak pernah korupsi? Bukan hanya polisi, tapi kita semua. Dari kelas teri sampai kakap merajalela dimana-mana.
Urusan ktp saja perlu biaya tambahan kalau mau diselesaikan. Sampai-sampai mau urus ijin rumah ibadah pun dipermainkan kalau tak ada pengertian, yang notabene itu untuk kebaikan. Apalagi urusan ijin lainnya yang menghasilkan keuntungan. Untuk memberantas korupsi tidak hanya cukup menggunakan nurani dan sekedar seruan saja.

Harus ada keberanian yang luar biasa dan dukungan kita semua. Cuma kita boleh sedikit kecewa dengan pimpinan kita Bapak SBY, tidak ada tegasnya dalam urusan memberantas korupsi. Lebih banyak mempermainkan kata-kata. Kita mengharapkan beliau dengan berani mengatakan, “Mulai saat ini, saya tegaskan, siapa pun juga di negeri ini yang berani korupsi harus mendapatkan hukuman mati dan semua hartanya disita untuk negara! Termasuk saya sendiri. Bila melakukannya!”
Maksud saya hukuman mati disini, bukan berarti harus hukuman mati tapi maksudnya adalah harus ada hukuman yang berat. Bisa dalam bentuk lainnya. Jangan hanya mendapat hukuman berat hanya diatas kertas tapi kenyataannya masuk penjara bisa enak-enak dan harta masih berlimpah-limpah. Bagaimana bisa kapok? Masuk penjara ibarat hanya liburan saja. . . Malah enak!

Sekali lagi, harus ada sebuah gerakan yang berani dan dengan integritas tinggi dalam hal memberantas korupsi, karena pasti akan ada perlawanan dari para koruptor dan orang-orang yang sakit hati.

Semoga meminjam kasus perseteruan Polri dan KPK ini akan muncul Tokoh yang gagah berani untuk mengakhiri bisnis korupsi di tanah pertiwi ini. Karena kelihatannya pemimpin kita saat ini hanya berani melalui puisi-puisi. Semua kita serahkan kepada hukum yang berlaku , sedangkan kita tahu hukum itu tidak berlaku kalau ada diberikan banyak uang saku. Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, padahal kita tahu jalannya seringkali melenceng jauh.

Pak SBY, masih belum terlambat, inilah kesempatan untuk merubah arah sejarah bangsa ini dan buatlah sejarah yang goda , yang akan dikenang sepanjang masa sebagai pahlawan pemberantas korupsi bagi anak cucu kami. Pasti kami semua akan mendukung sepenuh hati. Jangan ragu lagi. Lakukan gebrakan!

KITA PUN BISA IKUT MEMBERANTAS KORUPSI DENGAN TIDAK KORUPSI

Banyak sahabat kita yang sudah gerah dengan korupsi dan karena panggilan hati langsung terjun untuk memberantasnya dengan mendirikan LSM-LSM , untuk mengawasi dan turut membongkar kasus korupsi yang terjadi. Sungguh sebuah perjuangan yang baik. Kita sebagai orang biasa pun bisa berperan serta, yaitu mulailah dengan sadar untuk tidak menjadi pelaku korupsi.

Mungkin tanpa sadar kita melakukannya karena ketidaktahuan kita. Mengkorupsi waktu kerja atau mengambil pensil atau pulpen untuk anak kita dari kantor, hanya contoh kecil saja, bukankah itu juga korupsi?

Mari kita dengan sadar mulai dari diri kita sendiri. . .untuk tidak korupsi. Selamat tinggal korupsi!


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post