Menulis Itu Memang Sulit. Tapi…

7 Jun 2012

Jangan takut untuk melakukan hal yang kita anggap sulit. Mau melakukan hal yang sulit pada awalnya. Pada akhirnya akan mendapatkan kemudahan. Itulah kebenarannya. [k4t3dr4]

Banyak ide. Keinginan ada. Penguasaan bahasa oke. Pastinya bisa menulis. Tetapi tetap merasa kesulitan untuk memulai dan menyelesaikan tulisan.

Untuk menulis satu artikel saja memakan waktu berjam-jam. Bahkan bisa sehari sampai tiga hari. Tangan sampai pegal dan nafas kembang kempis. Sulit dan berat nian.

Menulis satu artikel saja bagaikan acara panjat tebing. Ada rasa takut, tegang, dan kelelahan.

Apakah ada sahabat yang mengalami kejadian yang saya ilustrasikan di atas? Kalau ada. Saya dedikasikan tulisan ini untuk para sahabat. Sebab dulu saya pun pernah mengalaminya.

Kebanyakan kita biasanya bukannya tidak bisa melakukan hal-hal yang sulit. Tetapi kesulitan itu kita sendiri yang menciptakan dengan menganggapnya sulit.

Kalau kita pikir. Adakah yang mudah di dunia ini? Semuanya diawali dengan kesulitan.

Hari ini kita bisa dengan mulus memasukkan makanan ke dalam mulut. Bahkan dengan mata terpejam sekalipun. Bukankah pada mulanya begitu sulit? Mulut kita belepotan. Padahal sudah disuapi oleh orangtua kita.

Sama halnya dengan urusan menulis. Pasti akan sulit ketika kita harus memulai. Seperti yang saya alami. Dimana saat itu menulis masih menggunakan buku tulis.

Untuk menyelesaikan satu tulisan saja harus memakan korban beberapa lembar kertas. Bahkan puluhan.

Supaya irit saya mengakali dengan kertas kalender harian yang sudah kadaluarsa. Memanfaatkan buku-buku yang masih ada ruang kosong untuk melampiaskan kebodohan saya di awal menulis.

Jadi, sebenarnya untuk mengatasi kesulitan menulis itu. Ilmunya mudah dan sangat sederhana. Apa nama ilmu itu?

Mencoba, mencoba, dan mencoba. Lagi dan lagi.

“Kalau orang lain bisa melakukan satu hal hanya dengan sekali mencoba, maka saya pun akan bisa walau harus mencoba sepuluh kali. Bila seseorang dapat melakukan satu hal setelah mencoba sepuluh kali, maka saya pun akan bisa, sekalipun mesti mencoba seratus kali.” Demikian pesan Konfusius saya kutipkan sebagai motivasi.

Tunggu apalagi? Buruan coba! Tuh, bisa!


TAGS omong kosong tentang menulis


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post