Jangan Karena Siapa Dia, Tapi Karena Siapa Saya

7 Apr 2013

Sir Winston Leonard Spencer Churchill (1874-1965), mantan Perdana Menteri Inggris yang termasyur, ditegur temannya ketika berpapasan dengan seorang wanita, Churchill mengangkat topinya. Itu adalah sebagai tanda hormat.

Temannya itu mengingatkan, bahwa wanita yang barusan ia beri hormat, hanyalah seorang wanita malam. Tak selayaknya Churchill melakukan hal itu.

Churchill dengan arif menjawab,”Tuan, saya mengangkat topi bukan karena siapa dia, saya melakukannya justru karena siapa saya.”

Luar biasa. Sebuah sikap dan karakter dari seorang yang memiliki kebaikan yang sesungguhnya. Bukan sikap kepura-puraan seperti yang ada pada kebanyakan dari kita ketika berhadapan dengan orang lain.

Kita sering menunjukkan kemunafikan dalam bersikap. Umumnya sikap hormat kita disebabkan ’siapa dia’ bukan ‘bukan saya’.

Sikap kita akan berbeda pada seorang pembantu di rumah tangga dengan pembantu presiden. Berbeda ketika kita berhadapan dengan tukang bangunan dengan arsitek. Berbeda antara menghadapi office boy dengan head office.

Mungkin kita akan begitu sulit untuk menyunggingkan senyum pada seorang pengemis. Tapi kita akan mengumbar senyum lebar ketika bertemu dengan mereka yang berpenampilan resik dan klimis.

Sikap menerapkan standar ganda ini akhirnya menjadi perilaku permanen dalam kehidupan kita. Untuk mengubahnya sampai memiliki sikap menghormati orang lain bukan karena siapa dia memang tidak mudah.

Tapi minimal kita dapat selalu mengingatkan diri, bahwa semua makhluk _siapapun dia_ pantas untuk dihormati. Karena semuanya merupakan ciptaan Tuhan.


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post