Penulis yang Tidak BIas Menulis

5 Jul 2013

Kehidupan adalah pembelajaran seumur hidup. Pepatah Cina mengatakan “Hidup sampai tua, belajar sampai tua”. Dalam hal menulis pun demikian. Menulis adalah proses yang tiada henti.

Bila kita berpikir menulis adalah pembelajaran yang terus berlangsung, maka akan selalu ada keinginan untuk belajar. Seakan merasa belum bisa, sehingga perlu belajar lagi.

Bisa memiliki keinginan untuk terus belajar, tentu menjadikan hidup ini menyenangkan dan menjauhi kita dari sifat angkuh dan merendahkan orang lain.

Karena selalu merasa belum bisa dan akan berusaha menjadi bisa. Dengan demikian selalu ada energi untuk melakukan lebih baik lagi.

Biasanya karena merasa sudah bisa akan menjadi asal-asalan dan menyepelekan, sehingga apa yang dilakukan menjadi tidak maksimal.

Apalagi kalau belum apa-apa kita sudah merasa hebat. Ditambah dipuji sana-sini. Kepala langsung membesar. Lupa diri dan belajar pun berhenti. Berpikir kalau bisa, buat apa belajar lagi.

Bisa menjadi penulis yang berpikir dirinya belum bisa menulis pasti akan ada proses yang berlanjut untuk belajar. Belajar akan menjadi tantangan yang menyenangkan. Dengan demikian kegiatan menulis akan selalu menggairahkan.

Tidak penting menjadi penulis hebat. Yang lebih hebat adalah selalu memiliki pemikiran ’saya penulis yang tidak bisa menulis’. Karena akan lahir pemikiran-pemikiran hebat nantinya.


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post