Menulis untuk Menyembuhkan dan Membangkitkan

16 Jul 2013

facebook.com

facebook.com

Siapa yang meragukan kekuatan kata-kata bagi kehidupan ini? Banyak sejarah telah mencatat keajaiban dan kedahsyatannya.

Kata-kata dapat menjadi pedang yang meruntuhkan kekuasaan. Kata-kata dapat bagaikan pelita yang mengubah kegelapan menjadi terang.

Kata-kata dapat membuat yang lemah berubah menjadi kuat dan bersemangat. Bahkan dapat mengubah yang kehilangan harapan menemukan kepastian.

Sejujurnya, hari ini saya begitu bergairah dan antusias menulis setiap hari menulis tak lain sebab kata-kata itu telah menjadi suara kekuatan bagi saya untuk menjalani hidup.

Ketika itu terpuruk dalam kesulitan dan kegelisahan. Hidup sudah terasa hambar. Apapun yang dilakukan seakan tanpa perasaan lagi. Hidup hanya untuk melewati hari.

Membaca buku motivasi sudah terasa basi. Membaca buku renungan yang ada malah jadi bingung. Buku-buku agama yang ada sudah bikin tak selera.

Mau melakukan apapun rasa-rasanya sudah tak ada gairah. Kata-kata motivator yang berapi-api malah terasa sepi. Ceramah keagamaan yang sebelumnya begitu menarik hati malah bikin gelisah sendiri.

Pada saat itu sudah tidak tahu lagi bagaimana menghadapi hidup ini. Rasa jenuh yang sudah mencapai puncaknya. Menunggu detik-detik keruntuhan hidup.

Tapi dalam sunyi yang melelahkan ada suara menggelegar bagaikan petir. Jelas terdengar,”Menulislah, menulislah!”

Saya pikir ini pasti suara jiwa yang ‘marah’ atas ketidak-berdayaan saya selama ini. Benar-benar menggetarkan syaraf-syaraf kesadaran.

Sejak saat itu saya benar-benar menulis menggunakan pena dan buku penuh semangat. Kemudian setelah mengenal blog dengan bersusah payah memindahkannya dalam ketidak-pahaman soal dunia maya.

Sejak mulai menulis itu, saya anggap itu adalah titik balik dari kejenuhan hidup yang sangat membosankan.

Sebab kata-kata yang tertulis membuat saya termotivasi untuk hidup kembali sebagaimana mestinya.

Dalam waktu sekitar tiga bulan kehidupan menjadi normal kembali. Senyum itu mulai menghiasi lagi di wajah. Dimana selama ini sudah hilang entah ke mana.

Awalnya menulis hanya untuk memotivasi diri sendiri. Tanpa saya duga ternyata dapat memotivasi dan menginspirasi sahabat yang lain.

Ada sahabat yang mengalami hal yang sama, sehingga ketika membaca tulisan saya menjai terinspirasi dan bersemangat kembali.

Ada pula yang secara khusus mengucapkan terima kasih. Karena tulisan saya telah membuatnya tersadar dan bangkit dari dari kesedihan.

Dari pengalaman pribadi ini, membuat saya semakin meyakini akan kekuatan kata-kata untuk menyembuhkan dan memberi sugesti untuk membangkit dari kejatuhan hidup.

Menulis juga menjadi sarana terapi dan refleksi yang baik bagi masalah yang sedang kita alami. Banyak penderitaan hidup dapat dilalui dengan kekuatan menulis ini. Sudah bukti bukan sekadar janji.


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post