Kemiskinan jadi Senjata untuk Berbuat Kesalahan dan Kejahatan

19 Jul 2013

Atas nama kemiskinan manusia dengan bangga dan lantang membenarkan kesalahan dan kejahatan yang dilakukannya. “Apa salahnya saya melakukan ini? Saya melakukan demi untuk makan, daripada mati kelaparan! Tuhan juga akan maklum!”

Kebenarannya orang yang berjalan dan hidup di jalan kebaikan itu tidak akan kelaparan. Selagi mau berusaha dengan niat baik, semesta akan memberikan yang terbaik.

Jadi menggunakan senjata kemiskinan untuk melakukan kesalahan atau kejahatan adalah tindakan yang putus asa. Tidak percaya Tuhan.

Tetapi pada jaman kegelapan ini manusia malahan menjadikan kemiskisan sebagai pembenaran untuk bebas berbuat kesalahan dan kejahatan.

Pertama atas nama urusan perut. Selanjutnya keenakan menjadi urusan keserakahan dan nafsu. Akhirnya terjebak dan terpukai oleh pembenaran.

Lama-lama pembenaran jadi kebenaran. Artinya melakukan kesalahan atau kejahatan untuk makan atau memenuhi kebutuhan hidup tidak apa-apa.

Lihatlah di sekitar kita. Awalnya korupsi dilakukan dengan alasan gaji tak cukup untuk makan. Tetapi kemudian buktinya sudah kebanyakan makan dan perutnya gendut korupsi terus berjalan.

Pedagang-pedagang makanan demi keuntungan mencampuri bahan olahannya dengan bahan kimia berbahaya. Setelah untung banyak modusnya tetap dilakukan.

Begitu juga dengan para penipu. Pertama melakukan untuk makan. Lalu keenakan. Jadilah kebiasaan, sehingga menjadi sumber penghasilan yang sulit ditinggalkan. Karena hasilnya sudah lumayan.

Tentu ini realita kehidupan yang sangat menyedihkan. Karena suka tidak suka kita sendiri yang menjadi pelakunya. Semula karena terpaksa. Akhirnya menjadi rela.


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post