Mengapa Syiah, Ahmadiyah, NU, dan Lainnya Hidup Damai di Wonosobo?

25 Aug 2013

Apakah kasus penyerangan penganut Syiah di Sampang dan Ahmadiyah di beberapa tempat yang terjadi atau penyerbuan ke tempat ibadah lainnya menunjukkan sudah tidak adanya toleransi beragama lagi di negeri kita?

Terlalu naif bila kita berpikiran demikian. Apakah yang terjadi hanya sebagian kecil dari sebuah dinamika kehidupan.

Karena bila kita mau membuka maka lebih lebar lagi bahwa kerukunan hidup beragama itu masih nyata ada di mana-mana. Semboyan Bhineka Tunggal Ika masih tertanam.

Seperti yang dalam laporan Tempo.co dalam edisi khususnya Rabu, 21 Agustus 2013. Dimana di Wonosobo, Jawa Tengah, kedamaian justru hadir di antara penganut Syiah, Ahmadiyah, NU, dan penganut agama lainnya. Dalam hal ini termasuk dengan penganut kepercayaan.

Diperkirakan jemaah Ahmadiyah di Wonosobo mencapai enam ribuan dan Syiah ada sekitar 250 penganut. Sementara NU merupakan mayoritas.

Adalah Bupati Wonosobo, Kholiq Arif yang menjadi pemersatu keberagaman umat beragama yang ada.

Untuk menghindari konflik yang riskan terjadi, sang Bupati selalu melibatkan semua warganya dalam berbagai kegiatan. Termasuk dengan membentuk Forum Komunikasi Umat Beragama yang melibatkan seluruh pemuka agama yang ada.

NU, Muhammadiyah, Syiah, Ahmadiyah, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Kong Hu Cu, Taoisme, dan kelompok penghayat kepercayaan Aboge. Melalui forum dialog ini merupakan salah satu cara untuk menjalin kesepahaman dan terjadi kerukunan.

Bupati Kholiq mempunyai prinsip bahwa semua umat beragama layak hidup di Indonesia. Itulah sebabnya sejak menjadi Bupati Wonosobo pada 2005 ada perubahan yang nyata dalam kehidupan beragama di Wonosobo.

Sebelum kaum beragama minoritas yang ruang geraknya terbatas mulai mendapat kesempatan dalam berbagai kegiatan bersama-sama yang digagas oleh sang Bupati.

Melihat kenyataan ini tentu kita optimis kerukunan hidup beragama masih memiliki masa depan yang cerah di negeri kita.

Terjadinya intoleransi lebih karena luapan emosi dan provokasi oleh mereka yang tidak memahami agamanya dengan baik. Bisa juga oleh kepentingan tertentu, sehingga konflik agama sengaja diciptakan.

Kita optimis, bila semua penganut agama kembali memahami kesejatian ajaran agamanya. Cahaya toleransi akan semakin menyala di negeri kita.


TAGS


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post