Berpikir Positif Saja Belum Cukup

3 Sep 2013

Berpikir positif memang baik. Tapi itu masih belum cukup sebagai modal untuk menghadapi dinamika kehidupan. Lebih lengkap lagi bila berpikir positif kita diiringi oleh keikhlasan hati.

Bila terlalu berpikir positif tanpa keikhlasan, bisa-bisa membuat kita terjatuh menyakitkan oleh kecewa yang mendalam.

Misalkan dalam sebuah perlombaan kita sudah memenuhi seluruh pikiran dengan positif akan menjadi pemenang.

Kita berjuang dan merasa yakin kemenangan sudah dalam genggaman. Piala kemenangan sudah di depan mata.

Apa yang terjadi? Ternyata kekalahan yang terjadi. Seketikan kekecewaan mendera. Tak percaya dengan kekalahan yang harus diterima. Semangat langsung turun drastis.

Pada keadaan ini, maka keikhlasan hati untuk dapat menerima kekalahan sangat dibutuhkan. Keikhlasan dibutuhkan, agar tidak mengalami kekalahan yang sesungguhnya.

Sama halnya ketika kita berdoa. Tentu selalu disertai pikiran yang positif, berharap segala keingininan yang kita panjatkan dalam doa terwujud.

Mungkin sekali dua kali doa kita tak terwujud masih bisa diterima. Bagaimana sudah berkali-kali sampai puluhan kali apa yang diharapkan dalam doa hanya sia-sia belaka. Bisa jadi kemudian menjadi kesal dan kecewa berat. Padahal kita sangat percaya apa yang kita harapkan akan menjadi kenyataan.

Namun bila dalam apa yang kita lakukan dengan segala pikiran positif disertai pula keikhlasan. Tentu yang namanya kekecewaan dapat dihindari.

Pikiran positif berasal dari otak, sedangkan keikhlasan adanya di hati. Bila pikiran dan hati dapat bekerja sama secara baik, maka ada keharmonian bagi kehidupan.


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post