Menjadi Penulis yang Bermartabat atau Tukang Fitnah?

10 Oct 2013

Mengerikan dan mengenaskan! Sekarang ini atas nama kebebasan tidak sedikit yang beropini dengan gagah berani menuliskannya di dunia maya yang dapat di akses siapa dan di mana saja tanpa perlu merasa risih.Menulis dengan bebasnya tentang suatu hal walau tanpa didukung fakta. Suka-suka yang penting menulis saja.

Yang lebih menyedihkan adalah dengan rasa bangga opininya dipaparkan tanpa fakta dan kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan. Apalagi ketika tulisannya mengundang keramaian, maka rasa bangga semakin menjulang. Padahal apa yang ditulis menjurus sudah ke arah fitnah.

Khususnya dalam tulisan tentang dunia perpolitikan yang berdasarkan suka dan tidak suka pribadi tertentu. Tidak heran ada yang berusaha menggunakan segala cara untuk menjatuhkan sosok yang tidak disukai dengan menuliskan secara membabi buta. Pokoknya yang ditulis harus yang jelek tentang sosok tersebut.

Atas nama kebebasan yang disertai kebencian berusaha mencari sekecil apapun kesalahan yang ada. Belum sampai di situ, bahkan memfitnah dengan dukungan data-data yang menyesatkan. Ketika dibantah, tanpa perlu merasa sedikit pun bersalah.

Kalau kita rajin mengikuti tulisan-tulisan tentang politik di media sosial saat ini, maka kita akan dengan mudah menemukan tulisan yang sesukanya berbau ketidak-sukaan demi untuk menjatuhkan. Dengan judul heboh mengarah ke sosok tertentu, maka pembaca penasaran berdatangan.senang bertepuk tangan.

Mengerikan memang bila kebebasan menulis ini hanya dilakukan untuk menyebarkan kebohongan dan menyesatkan pembaca. Bayangkan bila tulisan tersebut tersebar dan semakin hari semakin banyak dibaca?

Sebenarnya pilihan ada pada kita masing-masing. Tergantung dari tujuan kita menulis. Menjadi penulis yang bermartabat dengan menyebarkan inspirasi dan kebaikan bagi sesama atau menyemaikan kebencian dan caci-maki, agar timbul kontroversi.

Mungkin yang sering kita lupakan atau tak mau menyadarinya adalah keberadaan atau efek sebuah tulisan yang akan bertahan dalam waktu yang lama. Apalagi pada jaman kemajuan teknologi saat ini. Dimana sebuah tulisan akan bisa di akses dari mana saja dengan cepat dan akan terus diakses.

Bila tulisan tersebut bermanfaat tentu akan membawa kebaikan dan memberikan energi positif. Sebaliknya bila menyesatkan, maka akan memberikan efek buruk dan menmbulkan energi negatif. Semua tentu akan kembali kepada penulis pada akhirnya.

Mereka yang berakal sehat dan masih memiliki pemikiran yang jernih tentu akan memilih yang seharusnya dilakukan. Memanfaatkan kebebasan yang ada dengan membebaskan diri menjadi penulis yang bermartabat dengan tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan secara moral dan etika. Minimal bermartabat dengan mempertanggung jawabkan akan suara hatinya yang masih bercahaya.


TAGS


Comment
  • Dewa 4 years ago

    Dan media massa pun juga cuma media bayaran. MIRIS!

  • MizTia 4 years ago

    bener tuh.. jangan mudah percaya. namanya google n blogger gak jarang ngaco . mendingan bikin tulisan curhat :D :) .

  • Amin 4 years ago

    Apalagi Media Sosial seperti TV dan Radio yang mempunyai jangkauan lebih luas, seringkali membentuk opini untuk menjatuhkan lawan politiknya. Mudah2 an rakyat Indinesia semakin Cerdas, Berbudaya dan Bermartabat. Padahal Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, mengerikan!!!

  • saputra 4 years ago

    Dan makin merebaknya blog blog yang tak bisa mempertanggung jawabkan apa yg di tuliskanya…
    Doktrin memecah belah kesatuan mudah di lontarkan ,karena mudahnya anak bangsa kita untuk diperdayai

  • maziya 4 years ago

    Parahnya lagi anak bangsa ini mudah sekali memercayai sesuatu yang brasal dari dunia maya…
    Mengenaskan sekali…
    Tanpa mencari refrensi dan bukti begitu cepatnya memercayai…

-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post