Nasib Penumpang yang Terhormat: Telat Melarat, Cepat Sekarat

1 Nov 2013

Kalau dipikir-pikir jadi penumpang transportasi, khususnya penumpang pesawat nasibnya itu sungguh diperlakukan tidak adil. Menyedihkan malah kalau mau dibilang. Walau begitu semua ketidakadilan itu harus diterima.

Sebagai penumpang pesawat yang katanya terhormat justru akan melarat dan sekarat. Maksudnya? Sebagai penumpang kita harus tepat waktu sampai di bandara sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Bagaimana kalau telat karena kebetulan waktu mau berangkat menolong tetangga yang sakit yang harus di bawa ke rumah sakit atau menolong orang yang mengalami kecelakaan saat menuju ke bandara.

Pihak penerbangan tidak akan menerima alasan kita. Pesawat tetap akan berangkat sesuai jadwalnya. Melaratlah kita. Sebab tidak akan mendapatkan ganti sebagai kompensasi. Soalnya itu salah kita sendiri. Kenapa telat?

Bagaimana tidak melarat coba kalau kejadian itu menimpa saya sewaktu mau pulang dari Batam dulu?

Waktu itu bekal saya pas-pasan untuk beli tiket balik ke Jakarta. Artinya kalau saya telat ya bakal melarat di Bandara. Untung waktu itu justru pesawatnya yang bukan hanya telat tapi tidak datang. Setelah menunggu tiga jam lebih tanpa kepastian semua penumpang dipindahkan ke beberapa maskapai penerbangan lain.

Akibatnya saya malah sekarat menunggu. Karena tanpa kepastian dan tidak ada kompensasi apa-apa. Diberi makan atau kopi misalnya. Mau beli? Kan bekalnya pas-pasan!

Tidak adil, bukan? Kalau kita yang telat, tak bakal boleh ada alasan dan tiket akan hangus. Tetapi giliran pesawat yang punya maskapai penerbangan telat, mereka boleh punya banyak alasan dan tidak perlu merasa bersalah kalau kita terlantar tanpa kepastian. Padahal kita sedang ada acara mendesak di tempat tujuan. Kalau sudah begitu silakan gigit jari masing-masing. Auuwww. . .


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post