Sok Tahu

22 Jan 2014

Seringkali karena ketidakmengertian dan ketidaktahuan, kita menjadi sok mengerti dan sok tahu. Bukannya dengan mencari pengertian dan mencari tahu.

Misalnya ada orang yang dalam ibadahnya bersujud di depan patung dan memasang dupa. Lantas kita menertawakan dan membodohkan.

Kok patung disembah? Itu pasang dupa paling mau mengundang setan dan seterusnya. Seakan kita yang paling tahu dengan semua makna yang ada. Lalu kita menyebarkan kesoktahuan ini dengan bangganya.

Apalagi pada jaman maraknya media sosial saat ini. Banyak yang berlomba-lomba demi sebuah aktualisasi menjadi sok tahu. Hanya berdasarkan sebuah berita yang tak jelas, kita menjadi sok tahu dengan opini yang panjang lebar.

Kelihatannya sih pintar dan hebat. Mengundang decak kagum dan pujian. Padahal apa yang ditulis cuma boleh dapat dari pencarian di internet. Hebat.

Bahkan dengan sok tahu kita seakan kita begitu pintar menilai siapa dan apa saja cuma berdasarkan dari berita yang belum tentu benar. Ketika hukum belum memastikan seseorang bersalah dengan sok super tahu kita malah sudah mengetokkan palu tanda bersalah.

Lebih hebat lagi dengan ilmu sok super tahu kita bahkan sudah dapat mengetahui isi otak dan hati orang lain. Masih belum sampai di situ, sebab sok super tahu kita bahkan sudah mengetahui isi pikiran dan hati Tuhan. Luar biasa.


TAGS


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post