Jose Mourinho dan Parkir Bus

30 Jan 2014

“Saya tak boleh terlalu mengkritik, karena kalau saya ada di posisinya saya tak tahu apakah saya akan melakukan hal yang sama. Mungkin. Pada saat yang bersamaan, saya juga bilang bahwa ini bukanlah Premier League. Ini bukanlah liga terbaik di dunia. Ini adalah sepakbola dari abad ke-19,” kata Mourinho. [detik.com]

Begitulah, Jose Mourinho, pelatih Chelsea mengungkapkan kekecewaannya atas hasil imbang 0 - 0 ketika melawan West Ham, tim yang dilatih Sam Allardyce dalam lanjutan Liga Primier Inggris, Kamis (30/1/14) dinihari WIB.

Pertandingan yang berlangsung di markas Chelsea, Stamford Bride, sepenuhnya dikuasai para pemain yang dilatih Mourinho. Tapi tak satu pun gol tercipta akibat ketatnya pertahanan para pemain West Ham. Taktik parkir bus yang yang diterapkan pemain-pemain asuhan Big Sam benar-benar membuat John Terry dkk frustasi. Termasuk sang pelatih, Mourinho.

Bercermin Diri

Apa pembelajaran dari tingkah The Special One yang mengkritik permainan West Ham dengan taktik parkir bus-nya itu?

Bercermin! Mou tidak bercermin dengan apa yang dilakukannya sendiri ketika melatih Inter Milan. Saat itu Mourinho menerapkan taktik yang sama untuk membendung gaya permainan tiki-taka Barcelona yang agresif menyerang.

Sekarang Mourinho sepertinya sedang menerima karmanya sendiri dengan taktik yang pernah dilakukan. Entahlah apakah Mou tidak menyadarinya.

Tak dipungkiri, saya dan kemungkinan Anda juga memiliki perilaku yang sama. Bisanya mengkritik dan parahnya apa yang dikritik justru dilakukan sendiri.

Kita mengkritik para pejabat yang korupsi. Tanpa sadar kita juga korupsi. Korupsi waktu misalnya atau membawa pulang peralatan kantor untuk digunakan di rumah.

Sadar Diri

Selanjutnya setelah bercermin kita tentu perlu sadar diri untuk tidak seenaknya mengkritik perilaku orang lain. Karena bisa saja apa yang dikritik justru kita pun melakukannya. Lucu, bukan?

Ada kata bijak, tegakkan diri sendiri sebelum menegakkan orang lain. Luruskan diri sendiri sebelum meluruskan orang lain, sehingga setiap kata-kata mengandung kekuatan. Bukan omong kosong atau bualan.

Ketika kita mampu untuk menyadari diri sendiri, maka kita tidak akan sembarangan mengkritik orang lain. Sebab akan berpikir dan bertanya,”Apakah saya ada melakukan hal yang sama?”

Bila tidak, maka kita akan memberikan kritikan yang tentunya untuk menuju kepada kebaikan. Bukan asal kritik demi memuaskan ego akan kepentingan diri sendiri.


TAGS


Comment
  • easy 3 years ago

    hahah. tersindir aku bacanya.
    bener banget. seringkali mengkritik banyak tingkah laku orang lain, tapi sampe lupa utk memperbaiki diri.
    sementara orang2 yang dikritik sudah berbenah diri, eh malah diri sendiri masih juga begini2 ajah.

    nice post :)

-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post