Diam

11 Mar 2014

Diam tepat pada waktunya bisa artinya bagus, maka ada kata-kata bijak diam itu emas. Tetapi diam tidak pada waktunya malah bisa mencelakakan orang lain dan diri sendiri.

Kalau sebagai tenaga penjual maunya diam ya dapur tak bisa mengepul, makan kerak akhirnya. Bisa mencelakakan orang lain kalau kita cuma diam padahal kita tahu jalan yang hendak dilalui itu berlubang. Kadang diam itu juga bisa disalahpahami. Tapi giliran tidak diam alias banyak bicara malah distempeli tukang omong.

Ya ketika dalam diam saya sedang berpikir dan merenungi hidup ini malah dikira sedang melamun yang jorok-jorok. Cilaka. Giliran saya tidak mau diam dengan mulut ini, justru dibilang tukang omong alias bawel. Serba salah.

Diam-diam

Kita memang tidak bisa menilai sepenuhnya apa yang kita lihat. Yang bisa dilihat itu belum tentu kebenarannya. Ada orang yang kelihatan baik-baik tapi diam-diam melakukan kejahatan. Tampak seperti seorang dewa penolong, ternyata diam-diam menilep uang negara sampai miliaran.

Seorang remaja kesehariannya ramah dan baik seperti anak mama, tapi diam-diam menyimpan sakit hati dan cemburu hingga tega menyakiti temannya sendiri. Diam-diam berencana membunuh temannya sendiri. Tak ada yang akan menyangka.

Tak jarang ada yang sikapnya begitu baik dan hormat di depan, namun diam-diam di belakang menjelekkan bahkan menyimpan dendam. Di wajah selalu senyum namun di dalam hati diam-diam dongkol setengah mati.

Sebaliknya ada juga yang kelihatannya sederhana, tak tahunya diam-diam banyak melakukan hal yang berguna bagi sesama. Berbuat baik tanpa merasa perlu ada yang mengetahui kebaikannya.

Ada pula yang diam-diam menulis sepenuh hati dan jiwanya demi menyebar kebajikan. Diam-diam menjauhi sensasi dan publikasi agar tak menjadi tinggi hati.

Banyak pula yang diam-diam bekerja dan mengabdi setulusnya tanpa ada gembar-gembor padahal manfaatnya luar biasa bagi kemanusiaan.

Diam-diam tak sedikit di dalam kamarnya yang sunyi setiap malam dan pagi berdoa demi kebaikan sesamanya. Teman, saudara, pemimpin dan bahkan berdoa untuk mereka yang tidak menyukainya.

Silahkan diam-diam menilai diri sendiri termasuk diam-diam yang mana kita ini. Cukup diam-diam saja tak perlu lirik kiri-kanan. Saya menuliskan hal ini pun dalam diam dan fokus pada layar monitor.

Diam dalam Diam

Dalam sehari itu pikiran dan hati terus bekerja. Walau tubuh diam tapi keduanya terus bekerja entah dalam hal yang positif atau negatif.Dimana seringkali sulit dikendalikan. Bahkan ketika sudah waktunya untuk diam di pembaringan, pikiran dan hati masih dengan gelisah bekerja. Akibatnya tak bisa diam sepanjang malam.

Itu sebabnya perlu waktu untuk mendiamkan. Diam dalam diam untuk menemukan keheningan dalam damai. Diam dalam diam, agar ada ketenangan. Diam dalam diam. Diam bukan sembarang diam. Diam dalam diam untuk mengali kebenaran sejati.

Adakah selama ini kita telah menyediakan waktu barang beberapa menit di antara hiruk-pikuknya kehidupan ini?

Ketika diam dalam diam pikiran dan hati lebih tenang dan terkendali, sehingga bisa lebih bijak dan memaknai hidup. Dalam diam kita dapat memperkaya hidup dengan nilai-nilai kebenaran yang berasal dari samudra nurani.

Diam dalam diam dapat membuat kita lebih jelas dan jujur menilai diri sendiri. Dimana lama-kelamaan muncul kesadaran untuk berubah untuk menjadi lebih baik.

AFIRMASI:

Tuhan, semoga kami menjadi makhluk yang lebih memilih diam-diam melakukan hal yang baik yang berguna bagi sesama. Semoga kami juga tidak melewatkan waktu sehari pun untuk diam dalam diam berintrospeksi diri. Diam dalam diam untuk semakin mengenal diri yang sejati, sehingga bangkit kesadaran kami untuk hidup menjadi berarti.


@refleksihatimenerangidiri


TAGS


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post