Kenapa Takut dengan Nasihat?

30 Jun 2014

Secara sadar kita tahu bahwa sebuah nasihat itu adalah baik karena itu memang demi kebaikan kita. Apakah kita bisa berlapang dada menerima nasihat itu yang menjadi masalahnya? Karena sebuah nasihat itu menunjukkan ada ketidakbaikan pada diri kita.

Bila ego kita yang lebih dominan menguasai diri kita, maka nasihat sebaik apa pun akan sulit kita terima. Yang ada malah sebaiknya terjadi perlawanan. Yakni penolakan keras mengalahkan keinginan hati yang mau mendengarkan.

Masa - masa itu saya alami sendiri. Ketika itu saya sangat menghindari bila ada yang hendak menunjukkan kesalahan saya lalu memberikan nasihat. Karena akan membuat badan ini meriang.

Itu sebabnya saya selalu berusaha menghindari. Setiap nasihat itu seakan menampar diri dan menyakitkan. Ada perlawanan. Seringkali yang ada pembenaran. Yang menasihati saja belum tentu lebih benar. Yang terjadi kemudian adalah seseorang yang sesungguhnya perhatian dengan mau memberikan nasihat itu akhirnya menjadi sosok yang menakutkan.

Ketika saat ini memikirkan hal yang dulu itu terjadi, maka saya berpikir betapa bodohnya diri ini. Ada orang yang suka rela mau membimbing, malah seakan mejadikannya sebagai musuh. Bingung dan menyedihkan, bukan?

Namun ternyata kebodohan ini bukan hanya milik saya sendiri. Seperti yang dialami oleh istri saya belum lama ini yang harus dimusuhi oleh temannya. Dimana sang teman merasa tersinggung oleh perkataan istri saya yang sebenarnya bukan sebuah nasihat, tapi sekadar mengingatkan.

Sang teman dengan kelebihan uang yang dimilikinya memanfaatkan untuk dipinjamkan kepada yang membutuhkan. Tetapi dengan bunga yang lumayan besar.

Sebagai sesama satu keyakinan dan menyadari bahwa meminjamkan uang dengan bunga yang besar itu adalah kesalahan istri saya mengingatkan dengan mengatakan, bahwa apabila punya uang cukup lebih baik digunakan untuk usaha dengan keuntungan yang wajar.

Kontan teman ini tersinggung dan tak terima. Ia malah menyuruh istri saya untuk introspeksi dan mencari kesalahannya yang mungkin lebih banyak daripada mempermasalahakan usahanya meminjamkan uang. Penolakannya dengan frontal dan merasa sangat tidak senang.

Begitulah kalau ego yang menjadi tuan rumah atas hidup kita, maka sebuah niat yang baik dari orang lain akan menjadi hal yang tidak menyenangkan. Sebab mengganggu zona nyaman atas hidup kita.

Untuk bisa menyadari hal ini memang dibutuhkan sebuah kekuatan dan keberanian untuk melawan kekuasaan ego yang telah menguasai hidup kita. Itu yang disebut sebuah keinsyafan diri dari kesejatian kita untuk melawan ego yang anti terganggu zona nyamannya. Segala hal yang menurut kesejatian kita baik, belum tentu akan diterima ego apabila mengganggu zona nyamannya.

Bila kesejatian yang menjadi tuan rumah, maka setiap kata - kata benar akan terasa nikmat dan nyaman serta menjadi pengingat yang sangat didambakan. Namun bila ego yang berkuasa, maka nasihat - nasihat yang baik akan dianggap bagaikan racun yang harus ditolak.

katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri


TAGS


Comment
  • Rianda Prayoga 3 years ago

    kalau saya yg takut ngasih saran atau nasihat sama orang yg egonya tinggi. daripada nanti buat ribut lebih baik saya diam..
    kalau gitu salah gak ya, hehe

-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post