Kesedihan

19 Aug 2014

Kesedihan tidak selalu berakhir pada lorong banjir air mata, penderitaan dan kehancuran. Sebab kesedihan pun bisa berujung pada tawa ria, kebahagiaan dan pencerahan. Bertahan dalam kesedihan dengan kesabaran sesungguhnya sedang memupuk benih - benih pencerahan.

Dalam kehidupan ini hal - hal yang membuat kita menghadapi kesedihan akan selalu ada. Berpisah dengan orang - orang yang kita cinta, kehilangan apa yang kita sayangi, apa yang kita harapkan tak tercapai, atau mendapat perlakuan tidak adil dan menyakitkan.

Namun bagaimana sikap kita terhadap semua itu yang menentukan jalan hidup kita selanjutnya. Berkeluh kesah dalam kesedihan dan meratapi dengan banjir air mata atau menerima dengan kesedihan yang wajar lalu mengambil pembelajaran dari semua kejadian itu.

Kesedihan Bukan Akhir Segalanya

Ada kalanya kesedihan itu datang bertubi - tubi tanpa kompromi. Datang silih berganti bagaikan sebuah kutukan. Mengapa kesedihan ini harus terjadi? Sampai - sampai mengeluh bahwa Tuhan tidak adil. Sabar dan bersyukur tidak cukup untuk melupakan rasa sakit. Perlu sejenak menjernihkan hati dan pikiran.

Menghadapi situasi ini bisa mengubah sudut pandang adalah jalan terbaik. Bahwa kesedihan yang walau datang tiada henti bukanlah akhir dari kehidupan ini. Kita bisa mengingatkan diri, bahwa melalui kesedihan hidup kita akan lebih dikuatkan dan membuat jiwa ini lebih bertumbuh lagi.

Kesedihan dan penderitaan bisa menjadi pelatihan untuk berlapang dada dan menumbuhkan rasa empati kepada sesama yang mengalami nasib yang sama. Pada akhirnya kesedihan menjadikan diri kita semakin ikhlas menyikapi hidup dan semakin dekat kepada Sang Pencipta.

Kesedihan Bukan Alasan untuk Selalu Berkeluh - Kesah dan Mencari Pelarian

Dalam kesedihan hidup memang seringkali membuat kita mudah berkeluh - kesah dan menyalahkan. Kesedihan juga bisa kita gunakan sebagai pembenaran untuk mencari penghiburan duniawi yang seakan dapat melenyapkan kesedihan kita. Mencari hiburan malam, minum minuman keras atau mengkonsumsi narkoba. Padahal semua itu hanya akan menambah kesedihan berikutnya.

Kesedihan adalah bagian dari kehidupan. Mengapa kita harus menolaknya? Ada kesedihan dan ada kegembiraan. Keduanya semestinya kita sikap dengan perasaan yang wajar. Kesedihan hari ini bisa jadi adalah kegembiraan hari esok dan kegembiraan hari ini bisa jadi juga adalah kesedihan hari esok.

Seperti burung - burung yang akan tetap berkicau di dahan yang kering pada musim kemarau menunggu datangnya musim semi. Kekeringan tak membuat burung berhenti berkicau, sebab percaya musim semi akan segera tiba.

Apa gunanya mencari pelarian atas kesedihan kita selain menerimanya sebagai bagian dari kehidupan? Berkeluh - kesah dan mencari pelarian saat dilanda kesedihan membuat diri kita kurang kreatif menyikapi hidup Sebab itu bukan solusi terbaik dan hasilnya lebih menciptakan masalah baru yang ujung - ujungnya semakin menambah kesedihan. Sejarah sudah mengajarkan kebenaran ini.

Salah satu contoh kreatif menghadapi kesedihan adalah seperti ini, yaitu dengan menulis tentang kesedihan tetapi tidak untuk menciptakan kesedihan. Kreatif, kan?

Kesedihan Pasti Ada Ujungnya

Bertahan dalam kesedihan dan percaya bahwa pada akhirnya akan datang juga masa bahagia merupakan penghiburan yang sangat menguatkan. Dalam kesedihan kita tidak boleh kehilangan harapan. Ibarat berjalan dalam lorong yang gelap selalu saja ada harapan untuk menemukan terang pada ujung lorong.

Tidak ada kesedihan yang tidak berakhir. Sama halnya tidak ada malam atau gelap yang tidak berganti pagi atau terang. Sebab ini adalah hukum semesta yang tak akan membohongi. Bukan manipulasi tapi kebenaran sejati.

Namun seringkali persepsi yang salah membuat kita semakin menderita dalam kesedihan, sebab kita sendiri yang bisa melihat adanya terang dalam kegelapan. Terang itu pasti ada, hanya belum muncul. Perlu sedikit kesabaran untuk menemukannya.

Dalam kesabaran dan keyakinan tidak ada lagi yang dapat menghalangi kita untuk melihat datangnya tawa dan bahagia di balik dari air mata dan kesedihan. Tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri. Bila ada sahabat yang saat ini dalam kesedihan, bertahanlah sebab kebahagiaan sedang menunggu kehadiranmu untuk meraihnya.

katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri





TAGS


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post