Antara Blusukan dan Lebih Cepat Lebih Baik

27 Aug 2014

Setelah KPU mengumumkan hasil hitungan pemilihan presiden secara resmi pada 22 Juli 2014 yang dimenangkan oleh pasangan Jokowi - JK dengan mendapatkan 70.633.576 suara. atau 53,15%, kubu Prabowo - Hatta yang kalah merasa tidak puas karena merasa ada kecurangan plus perolehan suara yang ada tidak sesuai dengan hitungan mereka.

Sejak itu keinginan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi pilihan. Suasana kembali memanas dengan ‘perang’ masih berlanjut di antara kedua kubu pendukung. Namun pada akhirnya, MK dengan tegas menolak semua gugatan dari kubu Prabowo - Hatta, maka legalah kita yang sebelumnya dalam ketidakpastian. Sebab kita akan punya pemimpin baru untuk melanjutkan pemerintahan periode 2014 - 2019. Yakni pasangan Jokowi - JK. Dimana banyak harapan perubahan yang kita gantungkan kepada keduanya. Harapan selalu ada jadi kita akan selalu berharap kepada pasangan pemimpin baru kita ini.

Gaya Blusukan, Pemimpin yang Merakyat

Menemukan pemimpin yang mau langsung turun ke lapangan dan membaur dengan rakyat untuk mengetahui permasalahan secara utuh masih jarang terjadi. Karena kebanyakan pemimpin kita masih lebih suka duduk di kantor dan menunggu laporan tanpa mengetahui permasalahan di bawa yang sesungguhnya. Tetapi Pak Jokowi, sejak dari menjadi sebagai wali kota bekerja dengan langsung turun ke lapangan sudah hal biasa.

Pemimpin yang baik adalah yang mau langsung turun melihat keadaan rakyat yang sesungguhnya dan mendapat masukan secara utuh secara langsung dari rakyat, sehingga kemudian akan secara tepat bisa megatasinya. Idealnya seorang pemimpin memang harus banyak blusukan dan Pak Jokowi sudah melakukannya. Memang dengan blusukan saja tidak akan bisa menyelesaikan persoalan bangsa kita yang begitu banyak dan rumit. Tetapi dengan blusukan akan banyak hal yang dapat diketahui lalui dicari solusinya. Selain itu juga dapat memahami keadaan rakyat yang sesungguhnya. Ada kesusahan atau ada kesenangan sebagai pemimpin dapat merasakan dengan hatinya.

Blusukan tentu tidak sama seperti yang sering dilakukan banyak pejabat selama ini. Yang dilakukan para pejabat biasanya adalah sidak atau inspeksi mendadak selain memantau keadaan, ada kepentingan tertentu. Tetapi blusukan Pak Jokowi adalah untuk mendekatkan diri dengan rakyat yang paling bawah yang mungkin akan sulit bisa bertemu pemimpinnya untuk sekadar bersalaman atau mengemukan masalah yang mereka hadapi. Walau tak dipungkiri tetap ada saja yang sinis dengan blusukan Pak Jokowi yang dianggap sebagai pencitraan. Cuma pertanyaannya, apabila memang sekadar pencitraan, hebat juga Pak Jokowi bisa melakukannya selama bertahun tahun. Kalau bukan sebuah karakter diri entah harus disebut apalagi?

Lebih Cepat Lebih Baik

Pak JK dalam usianya yang sudah mencapai 72 tahun masih tampak segar dan lincah. Bicaranya masih tegas dan jelas. Pak JK yang mantan Ketua Umum Partai Golkar kini masih menjabat sebagai Ketua Umum PMI dan Dewan Masjid Indonesia merupakan sosok pekerja keras dan cepat mengambil keputusan. Walau bersosok kecil tetapi cepat bekerja. Tak heran Pak JK pada akhirnya dipilih oleh Pak Jokowi sebagai pendampingnya dalam pemilihan presiden kali ini. Hal ini tentu untuk mengimbangi kinerja Pak Jokowi yang mobil, sehingga dipastikan ada keseimbangan dalam melakukan tugas tugas kenegaraan kelak bila terpilih.

Tidak kita ragukan lagi kemampuan Pak JK dalam pemerintahan. Sebab sewaktu mendampingi Pak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai wakil presiden, Pak JK sudah melakukannya dengan baik. Satu pencapaian luar biasa dengan moto lebih cepat lebih baik adalah penandatanganan MoU Helsinki atau nota kesepakatan damai Antara Pemerintah Indonesia dengan pihak GAM pada 15 Agustus 2005 di Finlandia. Tentu satu prestasi luar dimulainya era baru di Aceh setelah sekian lama dalam cengkraman gangguan keamanan yang menimbulkan penderitaan panjang bagi rakyat Aceh.

Pak Jokowi dan Pak JK merupakan sosok yang cocok untuk memimpin Indonesia saat ini. Karena negeri kita saat ini memang butuh pemimpin yang mau bekerja dan bekerja serta berani mengambil keputusan cepat untuk menyelesaikan masalah masalah besar yang ada di Indonesia. Korupsi dan lemahnya penegakkan hukum serta lambannya kinerja para PNS dalam melayani masyarakat. Kemudian dalam hal masalah birokrasi termasuk yang perlu segera diperbaiki. Lebih cepat lebih baik dan bisa membuat Indonesia lebih hebat di kemudian hari. Indonesia dengan segala potensi alam dan kekayaan yang terkandung di dalamnya serta sumber daya manusia yang banyak tentu perlu dimobilisasi dengan cepat.

Sekarang ini negeri kita memang butuh pemimpin yang siap bekerja keras siang malam. Bukan hanya pandai beretorika saja. Sebab dengan kerjalah akan memberikan hasil nyata. Apalagi saat ini pembangunan di negara kita sudah tertinggal dengan pencapaian negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura dan bahkan Vietnam. Tentu harapan terbesar kita kepada pasangan Pak Jokowi JK akan membawa perubahan nyata pada negeri ini menjadikan Indonesia Hebat. Melihat rekam jejak Pak Jokowi JK tentu tidak berlebihan bila kita memberikan harapan yang besar untuk membawa perubahan yang lebih baik.

Tetapi pemimpin sehebat apapun bila tidak didukung oleh rakyatnya, maka akan susah mencapai kemajuan. Itu sebabnya untuk mencapai keberhasilan dan kemajuan pembangunan Antara pemerintah dan rakyat harus saling mendukung. Siapkah kita mendukung bila Pak Jokowi JK terpilih menjadi pemenang pilpres 2014 ini?

Pasangan Ideal

Membaca karakter pasangan Pak Jokowi JK kita berkeyakinan, bahwa keduanya memang dibutuhkan untuk membenahi masalah masalah besar bangsa kita. Dengan pengalaman yang ada dan sudah lebih memahami masalah yang harus dihadapi, maka akan banyak hal yang bisa dilakukan.

Pak Jokowi dengan gaya blusukannya selama di pemerintahan tentu sedikit banyak sudah mengetahui dengan jelas masalah yang dihadapi bangsa kita karena sudah banyak turun langsung ke masyarakat. Ini merupakan modal bagi pemerintah bila kelak dipimpin oleh Pak Jokowi.

Dengan pemetaan masalah yang jelas dan harus ditangani, maka dengan adanya Pak JK yang identik dengan moto Lebih cepat lebih baik masalah masalah yang ada dapat cepat ditangani. Masalah yang ada bukan hanya menjadi wacana dan menjadi bahan dari rapat ke rapat tapi penanganannya tidak terealisasi.

Kita yakin, bahwa pasangan Pak Jokowi JK akan dapat membawa banyak perubahan pada negeri kita. Sebab apa yang menjadi tujuan pasangan sebagian sudah menjadi pengalaman bukan angan angan lagi. Tentu kita optimis dengan pengamalan keduanya selama di pemerintahan akan menjadi modal yang sangat berharga untuk membawa negeri kita menjadi Indonesia Hebat.


TAGS


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post