Belum Siap Jadi Baik

7 Nov 2014

Sejatinya kita sebagai manusia kehidupannya dari hari ke hari menjadi semakin baik. Berani menyadari kesalahan-kesalahan lalu bertobat untuk berubah menjadi manusia di jalan kebajikan. Sebab dengan satu hari demi satu hari yang kita lalui menandakan perjalanan kita semakin dekat kepada berakhirnya keberadaan kita di dunia ini.

Bagaimana kita bisa mengatakan, bahwa kita akan berubah baik setelah tua nanti? Bukankah kematian itu bukan hanya untuk orang-orang yang sudah tua? Bahkan manusia yang baru terlahir pun bisa mengalami kematian. Bagaimana kita bisa memastikan perjalanan hidup kita akan panjang sampai menjelang tua?

Ketika ada yang mengajak kepada jalan kebaikan ada yang dengan berani mengatakan, bahwa belum siap menjadi baik. Sekarang usia masih muda. Mau berpuas-puas dulu dengan kehidupan dunia yang berwarna-warni.

Ada yang dengan terang-terangan mengatakan, masih suka minum-minuman keras. Ada yang mengaku masih suka ‘main perempuan’. Ada pula yang bilang masih suka ngomel-ngomel suami. Masih ada yang katakan bahwa masih suka berjudi.

Jadi malu kalau sekarang mau jadi orang baik-baik. Ketika diajak untuk beribadah akan merasa belum pantas.

Apa gunanya beribadah kalau masih suka melakukan keburukan, berbohong, menipu, atau melakukan kemaksiatan misalnya?

Apa artinya rajin ke tempat beribadah tapi masih suka gosip dan melakukan hal-hal yang dilarang Tuhan? Bukankah banyak yang seperti itu? Begitulah alasan-alasannya, sehingga mengijinkan diri untuk tidak menjadi baik dulu.

Mendengar hal ini seringkali yang muncul adalah penghakiman selalu muncul. Apalagi diri merasa lebih baik dan rajin beribadah, maka akan menganggap orang ini sesat pikir dan belum sadar.

Terlepas dari penilaian kita, sesungguhnya ada baiknya. Masih memiliki rasa malu. Lah, kita yang sudah menganggap diri sendiri baik dan rajin beribadah belum tentu lebih baik? Apakah kita ada merenungi diri dengan perilaku sendiri Apakah kerajinan kita beribadah sudah menjadi manusia yang lebih baik?

Orang lain belum siap menjadi baik, sehingga malu dekat dengan Tuhan. Apakah kita yang mengaku dekat Tuhan pernah merasa malu ketika belum mampu menjadi orang baik dan benar?

katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri


TAGS


Comment
  • Rianda Prayoga 2 years ago

    Kebanyakan orang pada bangga dgn perbuatannya yg salah.. Dan selalu cari alasan kalau disuruh berbuat baik..

-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post