Kahiyang

12 Nov 2014

Kahiyang Ayu, putri kedua Presiden Jokowi sedang menjadi sorotan. Sebab diajak ke luar negeri untuk tugas resmi. Dari sekadar bicara, membela, kritik sampai nyinyir pun ada. Banyak yang sibuk menilai. Antara baik dan buruk. Di media sosial ramai menyindir. Tetapi ada pula anggota dewan yang biasanya kritis sama Pak Jokowi adem ayem.

Apa perlunya? Apa pentingnya? Sebagai apa ia ikut bapaknya? Ini memboroskan uang negara! Tidak ada yang salah presiden ajak anaknya, presiden negara lain juga begitu! Ini tidak menyalahi aturan, presiden boleh ajak istri atau anaknya bila sedang bertugas ke luar negeri. Silahkan saja presiden ajak anaknya! Itu sudah rejekinya sebagai anak presiden!

Entah ada yang karena dasarnya memang tidak suka bapaknya, sehingga sang anak terbawa-bawa kena getahnya. Entah karena pendukung bapaknya, sang anak pun dibela mati-matian. Entah karena iri untuk mencemburui atau entah karena simpati untuk mendukung Kahiyang.

Di sini pada ribut mengumbar energi. Sementara Kahiyang sedang menikmati dunia barunya sebagai anak presiden. Sudah nasibnya jadi anak petinggi negeri nomor satu, sehingga berkesempatan menikmati nasib baiknya.

Yang jelas tentu sebagai anak presiden tidak selamanya bisa menikmati yang enak-enak. Di kawal ke sana-sini. Diajak jalan-jalan sama bapaknya keliling dunia. Yang pasti kebebasan sebagai anak yang sedang bertumbuh menginjak dewasa akan terbatas. Sebab apa pun yang dilakukan selalu dalam sorotan. Belanja ke pasar saja jadi berita. Mendaftar jadi PNS jadi berita pro dan kontra. Belum lagi nanti soal pilihan jodoh.

Orang-orang sibuk menilai Kahiyang, saya sibuk menilai orang-orang sekaligus Kahiyang. Bagaimana Kahiyang menilai orang lain yang menilainya? Cuek atau berpikir, kenapa pada sirik sama saya ya?

Susah memang menjernihkan hati ini untuk sehari saja tidak menilai hidup orang lain, sehingga bisa memiliki hati yang netral. Melampaui baik dan buruk. Lebih melihat ke dalam diri sebagai cermin.

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa


TAGS


Comment
  • risan 2 years ago

    cari materi yang laen lah buat di kritik
    persoalan bawa anak ke luar negeri aja di ributin kayak gak ada masalah laen….
    bad habit nih negatif thingking…

  • Febrianto Rb 2 years ago

    Putri pertama Presiden Jokowi siapa ya ?
    di tulisan ini Kahiyang Ayu disebut putri kedua

  • indar 2 years ago

    kayaknya kurang pantas lho kalo anak2 ikut dlm posisi ini adlah mengikuti org tua nya yg sedang bekerja membawa nama negara. bukan tidak suka dg pak jokowi, namun pendapat sya sebaiknya jgn bawa anak2 saat bertugas.. agar tdk terjadi penilaian negatif dan bekerja lebih sungguh2 konsen. silakan rekan-rekan berfikir secara logika….

  • wijayantidwi 2 years ago

    kalau kahiyang bisa memilih, mungkin dia akan tetap memilih menjadi anak seorang pengusaha. benar atau salah tetap akan menuai pro dan kontra. kahiyang ikut keluar negri aja kok menjadi masalah besar, anggota DPR yang studi banding keluar negeri juga tak jarang bawa anak istri. yang namanya orang iri apapun yang dilakukan pak jokowi n kel, tetep aja salah. jika aku jadi kahiyang, aku akan berkata “ora urusss”

  • Solagratia 2 years ago

    lah klo mau ikut jalan2 keluar negri emangnya kenapa ?? ada masalah ???mungkin anda cemburu yah gak diajak trus protes-protes pemborosanlah dll…. hahaha…
    makanya suruh babe elu jadi presiden biar jalan2 lu keluar negri… tapi presiden apa yak…wakakakaa…#salam3jari

  • tono 2 years ago

    JUJUR gw gk suka Joko Widodo jadi presiden gak bagus dan gw juga gak suka kalau Prabowo S. jadi presiden gk menarik…tapi gw selalu terima kekalahan..artinya buat gw bodoh bgt gk suka sama presiden sekarang tapi gk mw terima kekalahan…kenapa awal kampanye bisa kalah telak? ada apa?bagaimana cara menarik perhatian ke masyarakatnya?knp sdh mengeluarkan uang bnyak tetap kalah telak?harusnya itu yg anda pikirkan…sudahlah ngapain lagi di sesalkan..itu adalah persaingan…yang menang memetik pucuknya yang kalah membantu agar pucuknya tetap selalu ada/tumbuh terus…

  • masbro 2 years ago

    Picik amat, pernah lihat “Air Force One” gak? Sudah biasa kali Presiden di negara manapun bawa keluarganya. Piala dunia aja para pemain juga boleh bawa keluarganya. Kembali aja ke UU nya memperbolehkan ndak? Maunya debat kusir aja…memang negaranya bapakmu?

  • NgeriNgeriSedaap 2 years ago

    hmm… semoga masa depannya cerah… :D

  • vitri 2 years ago

    saya sih kecewa…saya pikir jokowi beda dengan presiden2 sebelumnya dan tidak akan membawa keluarga dlm perjalanan dinas. Revolusi mental kan…berarti sama aja

  • sontoloya 2 years ago

    MBOK YA DI TANYA DULU “ANAKMU IKUT PAKE DUWIT SENDIRI,APA DUWIT NEGARA?… klo duwit sendiri, itu merupakan CONTOH TERBAIK jangan PAKE DUWIT NEGARA BWAT PRIBADI. “BUKANKAH SANGAT PERLU DI CONTOH PABILA DINAS KELUAR MENGAJAK KELUARGA TAPI PAKE DUIT PRIBADI”.

  • Jasmin 2 years ago

    Alm. Gus Dur waktu jd Presiden, kemana yg di ewer juga anaknya, kenapa gag ada yg protes?!

  • elang bari 2 years ago

    part of revolusi mental, jadi diri sendiri lakukan apa yg disuka selama tdk merugikan orang lain.

  • kamov 2 years ago

    Saya ingat pelajaran jaman SD dulu “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Kalo besok ada menteri ke LN bawa anak, lusa dirjen kementrian bawa istri tugas dinas di LN, minggu depan anggota DPR studi banding ke LN bawa anak istri, dan semua atas biaya dinas menjadi sah adanya ya. Kan sesuai dengan apa yg dicontohkan sang guru ? Ga boleh ada yg mem-bully ato apapun ya, kalo ga mau dibilang kurang kerjaan….xixixixi

  • wawan 2 years ago

    Menurut saya Kahiyang tidak perlu diajak. Bapaknya (Jokowi) selama ini selalu menekankan agar para bawahannya (PNS) untuk efisien dan hemat dalam perjalanan dinas. Perjalanan dinas hanya dilakukan apabila benar diperlukan.

    Jokowi seharusnya memberikan contoh dan teladan kepada para bawahannya. Kalau menyuruh bawahannya untuk hemat dan efisien, maka pimpinan berilah contoh terlebih dahulu. Kursi yang diduduki kahiyang di pesawat, bisa saja diberikan kepada staf pendukung yang lebih diperlukan, atau tokoh pelaku bisnis penting.

    Tentu ini sekedar kritik yang mudah-mudahan bisa diterima demi kebaikan jokowi.

  • ahmad 2 years ago

    kalo saya jadi presiden, tentu anak saya dan istri akan dibawa keluar negeri juga lah

  • Anita 2 years ago

    The most dangerous liars, are those WHO think they are telling the truth!

    For Kahiyang;
    You’ll know you’ve made the right decision when there is peace in your heart. Stop listening to what the world says you should do. Start listening to your own heart. There are Only few people in this world who Will stay completely true to you, and you should be one of them. Listen to your own voice, own soul, too many people listen to the noise of the world, instead of themselves. Deep inside, you know what you want, let no one decide that to you!

  • ADANO 2 years ago

    Biarkan saja lah…
    Kalau presiden kita merasa lebih tentram dengan anak perempuannya dalam perjalanan jauh tsb , kenapa tidak?

    Asal jangan bawah anak orang saja.
    Repot amat di bahas2

  • wwharyanto 2 years ago

    Yts. Para Pembaca yg Bijaksana
    Menjadi Pejabat bukan berarti meninggalkan tugas sebagai Ortu untuk mendidik anaknya. Yg tidak boleh adalah merugikan negara Jika memanfaatkan kesempatan (bukan menyalah gunakan), bukankah sah-sah saja untuk beliau membibing Putra Putri nya.
    Saya yakin, President kita sekarang ini akan mempertimbangkan dg kuat untuk melibatkan keluarganya, dan jika ada biaya pribadi, beliaupun akan membiayainya secara pribadi. Saya memiliki keyakinan bahwa beliau tidak akan merugikan negara dalam memanfaatkan kesempatan.

    Tentunya kita akan tidak setuju dengan maraknya anak pejabat yg tersesat pergaulan maupun masa depannya, hanya karena kesibukan jadi Pejabat dan menyebabkan kelalaian dalam mendidik anak. Masyaallah Bijaksanalah, saat ini para Pejabat sedang berupaya bekerja dg Jujur, Kesungguhan Hati yg tinggi. Oleh karena itu kita tidak seharusnya menghujat setiap langkah yg dimulainya.

    Saat yg tepat bagi kita untuk mengkritisi, jika HASIL KERJA mereka ternyata tidak banyak berguna bagi Bangsa dan Negara. Kita melihat dg nyata, saat ini upaya utama adalah menyelamatkan masyarakat level marginal, yg miskin di Negara yg Kaya Raya

    Salam Damai Indonesiaku semoga kita senantiasa dalam Ridho Allah SWT, Tuhan YME.

  • Latree 2 years ago

    ada yang sibuk menilai orang.
    yang lain sibuk menilai orang yang sibuk menilai orang.
    sebenarnya gak ada bedanya ya mas hehe…

  • Darwoto 2 years ago

    Siapa yang bersyukur, maka akan dilipatgandakan dari apa yang sudah diperolehnya.
    Amiin.

  • Rianda Prayoga 2 years ago

    Kalau saya mah yg adem ayem aja, oke aja lah..

-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post