Menolak Uang Jajan

17 Nov 2014

Anak-anak memang identik dengan jajan. Kadang uang jajan seorang anak kecil bisa lebih besar dari orangtuanya. Ada saja yang dibeli. Dari makanan ringan sampai mainan.

Tidak heran ada orangtua yang sampai pusing soal uang jajan ini. Namanya anak-anak, apa yang sudah mau sulit untuk menolaknya. Sebab mereka punya senjata: ngambek atau menangis sejadi-jadinya. Dalam hal ini bisanya orangtua akan memilih untuk mengalah.

Soal uang jajan ini, si dede juga sudah bagian dari hidupnya. Ada bapak-bapak tetangga sebelah, entah prihatin atau perhatian bertanya soal uang jajan pada si dede. Tetangga baik sebenarnya, sudah cukup tua dan sering sakit-sakitan.

Berapa uang jajan dikasih sama papi sebulan? Demikian si dede ditanya. Si dede menjawab sekitar dua lima ribu rupiah. Lalu si bapak bermaksud memberi selembar uang senilai sepuluh ribu rupiah untuk jajan si dede. Biasanya kalau anak kecil diberi uang begitu akan girang dan segera menggunakan untuk jajan.

Ternyata si dede menolak. Apa sebab? Kata si dede,”Malulah! Emang dede mata duitan? Lagian dede masih punya harga diri!”

Tidak menyangka si dede berani menolak. Padahal lumayan buat beli makanan ringan kesukaannya di warung dekat rumah. Dengan uang jajan yang terbatas bisa saja si dede memanfaatkan kesempatan dari orang yang juga sedang memanfaatkan kesempatan. Entahlah…

Saya jadi berpikir, kalau soal uang biasanya sulit untuk menolak pemberian dari uang lain. Sebab kita suka menganggapnya sebagai rejeki. Ada yang sudah jelas-jelas tujuannya menyigok saja masih diterima dengan memertaruhkan kehormatan dan jabatan. Pura-pura lupa orang lain memberikan uang tersebut pasti ada tujuannya.

Soal uang kita memang acapkali khilaf. Yang penting terima dulu. Anggap orang lain berniat baik. Apalgi jumlahnya banyak. Tidak heran banyak orang terjebak _atau sengaja menjebak dirinya_ dalam kasus korupsi dengan modus sogok-menyogok.

Rupanya si dede kecil-kecil sudah tahu malu dan punya harga diri. Dalam hati saya berbisik, coba kalau yang dikasih papinya, bukannya menolak malah minta tambah lagi ha ha ha…Malu dan harga diri bisa digadaikan dulu. Bukan, begitu?

katedrarajawen@belajardarisikecil


TAGS


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post