Cara Mudah Bahagia di Media Sosial

16 Dec 2014

Siapa yang tidak mengenal media sosial saat ini? Dengan kemajuan teknologi dan mudah serta murahnya untuk bermedia sosial, maka siapa saja saat ini bisa menjadi bagian dari dunia media sosial. Yang fenomenal sampai saat ini tentu adalah Facebook dan Twitter. Walau sekarang muncul berbagai jenis lainnya. Seperti Wechat, Path, Line, Whatsapp dll.

Berinteraksi di dunia maya yang memungkinkan diri kita untuk bersembunyi di balik identitas asli membuat sebagian orang memanfaatkannya untuk melakukan apa saja. Di dunia maya seakan menemukan kebebasan yang tidak didapatkan di dunia maya.

Setiap orang tentu ingin bahagia dan bisa memiliki kebebasan adalah salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

Saat ini dunia media sosial bisa menjadi salah satu tempat yang paling mudah dan murah untuk menemukan kebahagiaan itu.

Caranya? Cukup menulis beberapa kata saja. Misalnya :

Bikin status tentang keberhasilan atau mendapat bonus jalan-jalan, maka ucapan selamat dan pujian berdatangan. Membahagiakan, bukan?

Tulis status bahwa istri melahirkan bayi yang mungil dan lucu, pasti teman seantero jagat akan mengucapkan selamat dan mendoakan. Apakah ini tidak membahagiakan?

Membuat status anak juara kelas, itu sudah sebuah kebahagiaan. Apalagi kemudian ucapan selamat berdatangan. Pasti ada kebanggaan tersendiri. Bukankah itu menjadi sumber bahagia?

Tidak ada yang salah, bukan? Membagi kebahagiaan kepada para sahabat dan kebahagiaan pula yang datang dari mereka. Walau semua belum saling bertemu dan berjabat tangan.

Kini, bahkan untuk mendapatkan kebahagiaan bisa dengan membuat status menyebarkan kesalahan para pejabat atau orang-orang yang tidak disukai. Bukan hanya kesalahan, fitnah pun jadi.

Dengan menulis status demikian, maka akan hadir suka-cita dan tawa meriah dari puluhan bahkan ratusan dari mereka yang mencari kebahagiaan atas kesalahan orang lain. Kebahagiaan pun bisa hadir dengan melampiaskan hinaan dan caci maki.

Apakah ini salah satu cara bahagia di zaman media sosial? Bisa jadi menghina, memfitnah dan menyebarkan kesalahan orang lain akan menjadi sebuah kebenaran bagi para pelakunya.

Tidak heran demi meraih kebahagiaan ini mata semakin tajam memantau pejabat mana lagi yang membuat kesalahan. Kalau tidak ada, kesalahan bisa dicari-cari. Kalau ternyata kesalahan itu hanya isu belaka. Cukup berdiam diri. Buat apa merasa bersalah? Itu akan menghilangkan kebahagiaan. Wong tujuannya mau mencari bahagia.

Jadi tidak heran akan terus lahir status-status menertawakan, menghina atau bahkan menghina orang lain yang bertebaran di media sosial sebagai arena untuk bersuka-cita untuk memroleh sebuah kebahagiaan.

Sadar atau tidak sadar, bisa jadi kita adalah menjadi salah satu pelakunya. Karena sering kali kita kehilangan kontrol untuk mengambil bagian untuk berbahagia di atas hinaan dan kesalahan orang lain.

Apakah pilihan kita ketika hadir sebuah kesadaran?

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa


TAGS


Comment
  • berita motogp 2 years ago

    wah, jadi dilema juga media sosial nih

  • Anthony 2 years ago

    Ya, plus minus nya tetap ada dan itulah konsekuensi kemajuan jaman

  • joban 2 years ago

    betul gan, hari ini ada pergeseran ketika awalnya di bentuk untuk perkenalan dan sharing cerita sekarang malah di jadikan bahan celaan, makanya pantas ada yang terjerat kasus

  • Ferry_jaguaritem 2 years ago

    Bermedia sosial yg menguntungkan adalah mem-BULLY akun para pejabat pakai akun asli.Niscaya dng tu anda akan mendapatkan makan dan tidur gratis selama 5th

  • nubageur 2 years ago

    Hati hati buat yg cari kebahagian dari media sosial. Bisa bia malah ketergantungan. Kebahagiaan diukur dari banyakya like yg didapat :)

  • Rianda Prayoga 2 years ago

    Sosmed memang tempat alternatif untuk bahagia.. Tapi kadang di salahgunakan untuk menyebar keburukan dan keluhan..

  • Modifikasi Mercedes Benz 2 years ago

    Ia memang baiknya kita berbagi hal2 yang positif, dan bermanfaat bagi teman2 kita di sosial media. Jangan malah bercaci maki di medsos, karena cukup memalukan memperlihatkan hal2 seperti itu di muka umum.. orang lain dapat mengambil berbagai kesimpulan atas apa yang kita lakukan di medsos..

-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post