Hoax

22 Dec 2014

Pasti kita hafal betul dengan kalimat ini : Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan! Ya, fitnah memang kejam. Tidak membunuh tubuh ini tapi bisa menyebabkan kematian yang memilukan. Itu sebabnya agama apa pun pasti melarang perbuatan fitnah ini.

Kita yang memahami kebenaran ini tentu akan sangat takut berbuat fitnah. Takut akan akibat atau balasannya kelak. Tetapi pada perkembangan zaman saat ini yang ramai dengan berbagai jenis media, baik cetak, elektronik, online maupun terutama media sosial. Berita-berita fitnah bisa begitu mudah tersebar oleh seseorang.

Ada yang tanpa perlu merasa bersalah _justru merasa benar_ menyebarkan berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya dengan tujuan untuk menjatuhkan pihak yang tidak disukai atau pu untuk tujuan tertentu.

Pada saat ini, di media sosial ada pihak yang sedemikian gampang menyebarkan berita-berita hoax. Di sadari atau tidak, pada akhirnya berita yang tidak mengandung kebenaran alias penuh kebohonan itu bisa menjadi fitnah yang sangat mengerikan.

Mengapa? Bisa kita bayangkan, hanya secuil berita tapi bisa menimbulkan huru-hara di dunia maya. Satu berita kebohongan bisa membuat ratusan, ribuan bahkan jutaan orang kasak-kasuk dan saling fitnah.

Satu berita yang mungkin sekadar iseng, bisa membakar emosi begitu banyak orang. Menciptakan arena perang opini dan ladang permusuhan sesama.

Dengan perkembangan teknologi internet sekarang ini, satu berita hoax saja bisa menciptakan kejahatan yang luar biasa menjadikan antar sesama saling membenci.

Pada perkembangannya alih-alih menghentikan, bagian sebagian pihak justru menjadi bagian pekerjaan. Ada yang memang tugasnya membuat berita demikian. Hoat atau memlintir berita menjadi hal yang sangat biasa. Oleh pihak yang melakukan malah dianggap sebagai hal yang benar. Sebab mendatangkan banyak keuntungan dan menyebabkan lawan terjatuh.

Luar biasa, bukan? Perbuatan yang dahulunya dianggap kejam, sekarang menjadi hal yang membanggakan. Bangga dan melahirkan pesta kemenangan. Tawa dan penuh hiruk-pikuk dalam pesta-pesta fitnah di media sosial. Fitnah berbalas sorak-sorai.

Apakah kita mau mengambil bagian?

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa


TAGS


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post