Keyakinan

27 Feb 2015

Pada kekinian, jari-jari tangan sering menjadi perhatian. Kenapa? Ya, tidak salah lagi. Apakah memakai batu permata atau akik? Ya, sekarang memakai batu akik memang sedang menjadi tren. Banyak obrolan yang terjadi tentang seputar batu akik ini.

Setiap kali memakai batu cincin selalu menjadi perhatian. Batu apa ini? Bagus ya? Ah, batu jelek itu! Ah, ini masakan, ini imitasi. Begitu komentar yang ada.

Ada satu batu kecubung pemberian teman yang paling sering saya pakai. Entah karena sok tahu atau cuma berkomentar sekenanya beberapa di antaranya memvonis itu plastik atau imitasi karena saking beningnya.

Tentu saya malas untuk menanggapi atau paling saya menjawab bahwa batu tersebut memang plastik. Manalah mungkin bisa beli yang asli?

Sebagai yang memiliki tentu saya yakin batu kecubung tersebut asli. Selain mengamati perubahan alami yang terjadi juga pernyataan dari beberapa tukang asah batu yang saya temui. Mereka memastikan keasliannya dengan melihat secara seksama.

Seperti dalam hidup ini, ketika kita melakukan atau meyakini satu hal yang benar seringkali akan mendapat komentar yang menyesatkan .Komentar yang akan menggoyahkan keyakinan kita.

Bila kita sendiri kurang yakin dengan keyakinan sendiri tentu akan mudah goyah dan terpengaruh. Timbul keraguan. Begitulah dengan hal baik yang akan kita lakukan seringkali mendapat tentangan dan pengaruh. Bila kita sendiri kurang yakin dengan apa yang kita lakukan sebagai hal yang baik dan benar serta wajib kita lakukan. Pada akhirnya bisa saja kita akan berhenti di tengah jalan

Tentu dalam hal ini kita yakin karena benar-benar yakin akan kebenaran dan kebaikan yang kita lakukan. Bukan semata keyakinan buta berdasarkan katanya. Namun atas pembuktian dengan kenyataan dan juga menggunakan akal sehat.

 

 

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa

 


TAGS egois


-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post