Lebih Baik Tidak Meremehkan dan Menghina

6 Oct 2015

Lebih Baik Tidak Meremehkan 

 

Katedrarajawen ~ 12:32 6 Oktober 2015

 

 

Apakah kita termasuk orang yang suka menghina atau meremehkan kekurangan dan kemiskinan orang lain? Bila Itu menjadi kebiasaan dan pilihan hidup kita, maka siap-siaplah bila akhirnya itu akan memermalukan diri sendiri. Bila lebih cerdas bisa memilih untuk segera bertobat!

 

Saya pernah membaca sebuah kisah dimana seorang pria yang jatuh cinta pada seorang wanita berada. Tentu saja cintanya ditolak mentah-mentah dengan penghinaan. Sebab pemuda itu dari kalangan miskin.

 

Sekian tahun berlalu dan pemuda itu tetap tak mampu melupakan wanita yang dicintai itu. Sampai suatu waktu mereka bertemu kembali di sebuah mall elite.

 

Dengan bangga wanita itu mengatakan bahwa kini ia sudah bersuami seorang pria yang mapan. Tak lama kemudian suaminya muncul. Melihat pria itu di depannya si suami memerkenakan kepada istrinya. 

 

Bahwa si pria adalah bos di tempatnya kerja. Seorang pria yang sukses dengan penghasilan miliaran dalam sebulan. Tetapi ia seorang yang sangat rendah hati. 

 

Si istri hampir tak percaya dengan cerita suaminya. Si bos tersipu dan pamit karena terburu-buru dengan urusannya. Tentu saja si wanita menjadi malu sendiri.  

 

Itu hanyalah satu kisah di antara sekian banyak kisah yang nyata dalam kehidupan ini. Dimana roda kehidupan akan terus berputar. Bisa jadi orang yang kita hina hari ini sebab kemiskinannya suatu hari berubah nasib dan justru kemiskinan itu menjadi milik kita. 

 

Bisa jadi juga hari ini kita meremehkan kebodohan seseorang pada akhirnya ia akan menjadi orang yang sukses dalam hidupnya. Sementara kita yang menganggap diri pintar justru mengalami kegagalan. 

 

Istri saya juga pernah bercerita tentang saudaranya yang dahulu hidup susah tinggal di rumah petak. Bila hendak berkunjung ke rumah saudara jarang dibukakan pintu. Sebab dianggap datang hanya untuk minta bantuan.

 

Apa yang terjadi kemudian hari? Saudara yang tak diterima ini akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses yang tetap hidup dalam kesederhanaan. Bayangkan bagaimana perasaan saudara yang pernah merendahkannya dulu? 

 

Jadi, kita yang merasa suka menghina atau meremehkan orang lain ada baiknya bertobat sebelum kehidupan ini memermalukan kita. Ingat pula ada karma yang akan berlaku. Bisa jadi kemiskinan orang yang kita hina akan menjadi milik kita pada akhirnya. 

 

Bila di sekitar kita ada yang kekurangan. Dalam langkah kehidupan menemui orang-orang susah dan bodoh. Bila kita tak sanggup peduli lebih baik tidak menghina atau meremehkan mereka. Bisa jadi di balik kekurangannya mereka memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. 

 

Lebih daripada itu bukanlah hak kita untuk menghina apalagi menghakimi kekurangan dan kemiskinan orang lain. Siapalah kita bila harus merasa lebih dari sesama kita?

 

katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri


TAGS refleksi


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post