Salah Paham Menyebabkan Ketidakdamaian

26 Nov 2015

Salah Paham yang Menyebabkan Ketidakdamaian~19:46 25 November 2015

 

 

Entah berapa banyak hidup yang kita lalui dalam ketidakdamaian karena yang bernama salah paham. Terjadi permusuhan, perceraian, saling pukul, saling benci atau bahkan terjadi perang. Tak jarang persahabatan yang sudah terjalin lama pun bisa bubar seketika oleh salah paham. Sebuah niat yang baik dan tulus pun bisa menjadi sumber salah paham dalam kehidupan ini. 

 

Ketika salah paham muncul kita jadi sulit untuk menerima kebenaran yang sesungguhnya. Seperti sudah kehilangan akal sehat. Menutup diri rapat-rapat untuk melihat dan menelaah dengan lebih jelas. 

 

Begitulah ketika hati kita tidak bersih dan tak bisa mengendalikan diri,sehingga penuh kecurigaan. Apa yang kita lihat bukan kebenaran kita klaim sebagai kebenaran. Lalu disertai pemaksaan. Sebab emosi sudah dikedepankan. 

 

Melihat pacar kita berjalan dengan seseorang yang tampak mesra dan tertawa-tawa langsung salah paham dan berpikir macam-macam. Ngamuk-ngamuk beranggapan hati sang kekasih sudah mendua. Jadi sakit hati. Padahal seseorang itu hanyalah saudaranya, adik atau kakaknya. 

 

Ada yang sedang berbicara dan kebetulan kita lewat muncul perasaan seakan-akan sedang berbicara tentang diri kita. Apalagi orang tersebut pernah bermasalah dengan kita. Nyatanya apa yang dibicarakan tak ada hubungannya dengan kita. Tetapi kita sudah terlanjur menanam rasa tak terima. 

 

Di ponsel pasangan ada pesan mesra dengan kata-kata rayuan. Emosi meluap berpikir itu pasti selingkuhannya. Segala penjelasan tak terima. Pertengkaran mengguncang seisi rumah. Terjadi pisah ranjang. Kebenarannya itu hanyalah pesan nyasar. Bukankah pesan yang nyasar seperti ini sering terjadi? 

 

Dua orang berkelahi karena salah paham dan kita datang hendak melerai malah dikira hendak membela lawannya, sehingga kita yang menjadi korban. Sudah salah paham ditimpa salah paham lagi. Tambah celaka. 

 

Sesorang menulis tentang suatu hal dan masalahnya persis seperti tentang diri kita. Hati seketika panas dan langsung menuduh seseorang itu sedang menyindir kita. Yang sebenarnya tak ada kaitannya dengan diri kita. Tetapi kita sudah terlalu percaya diri dan meyakini itu pasti tentang diri kita. Disini ego yang lebih berbicara dan mendewakan logika. 

 

Ada teman yang hendak memberikan bantuan uang dengan niat baik sesungguhnya karena tahu kondisi kita. Karena pikiran sedang tidak jernih lalu salah paham mengira ada maksud macam-macam. Akhirnya niat baik bukan hanya ditolak tapi juga merasa sakit hati. Bukanlah menyakiti diri sendiri? 

 

Sebab salah paham telah membakar hati kita. Kita marah dan benci. Sakit hati. Bahkan main pukul tanpa mau memahami kebenarannya. Kita kukuh dengan kebenaran versi kita yang justru tak benar itu. 

 

Bagaimana hati bisa damai bila setiap saat ada kecurigaan menyertai yang menyebabkan salah paham? 

Tentu kita paham bahwa salah paham itu karena kita terlalu memaksakan diri untuk meyakini hal yang belum tentu kebenarannya sebagai kebenaran. Bila memiliki hati yang damai dan mengutamakan pikiran positif tentu saja tak akan berpikir demikian. 

 

Hal ini menandakan bahwa pentingnya untuk menjaga hati dapat damai dan pikiran jernih, sehingga dapat melihat dan memahami segala kejadian dengan lebih jelas dan mawas. 

 

 

katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri


TAGS refleksi


Comment
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post