• 30

    Jun

    Belajar dari Sikap Tidak Melawannya Thamrin Tomagola

    Terlepas dari sikapnya yang dianggap ketidak-sopanan sebagai pemicu emosi Munarman, hingga terjadinya penyiraman teh di sebuah acara takl show televisi swasta. Sikap Thamrin Amal Tomagola, Profesor Sosiologi Universitas Indonesia kelahiran Galela, Halmahera Utara, 17 April 1947 patut mendapat apresiasi. Salut dengan tidak terpancing emosi. Bukan hanya diam dan tak membalas balik menyiram atau memukul. Tapi juga tidak ada niat untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Saya membayangkan, andai saja kejadian itu saya atau yang Anda alami sendiri. Kemungkinan besar reaksi spontannya adalah membalas. Bukan dengan siraman air teh lagi. Tapi langsung gelasnya yang dilempar ke muka. Tidak peduli itu anak jenderal. Urusannya yang penting balas dulu. Kalau ada masalah urusan belakangan. Sulit rasan
    Read More
  • 26

    Jun

    Belajar dari Maaf Presiden SBY

    Seperti biasa. Apapun yang dilakukan pemimpin kita, dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan selalu mendapat tanggapan miring dan kritikan. Untuk sebuah kata ‘MAAF’ saja mendapat kritikan dari rakyatnya. Kalau mau jujur. Meminta maaf itu tidak akan merendahkan diri. Tapi justru menunjukkan kerendahan hati yang akan mendapat apresiasi tinggi. Presiden SBY meminta maaf ke negeri tetangga, Malaysia dan Singapura terkait asap dari wilayah Indonesia. Dimana asap akibat kebakaran hutan itu sudah sangat mengganggu warga di kedua negara tersebut. Apapun penyebab kebakaran itu yang pasti sudah merupakan tanggung jawab kita karena terjadi di wilayah Indonesia. Minta maaf dan mohon pengertian kepada kedua negeri tetangga itu adalah merupakan langkah yang baik. S
    Read More
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post