• 17

    Nov

    Menolak Uang Jajan

    Anak-anak memang identik dengan jajan. Kadang uang jajan seorang anak kecil bisa lebih besar dari orangtuanya. Ada saja yang dibeli. Dari makanan ringan sampai mainan. Tidak heran ada orangtua yang sampai pusing soal uang jajan ini. Namanya anak-anak, apa yang sudah mau sulit untuk menolaknya. Sebab mereka punya senjata: ngambek atau menangis sejadi-jadinya. Dalam hal ini bisanya orangtua akan memilih untuk mengalah. Soal uang jajan ini, si dede juga sudah bagian dari hidupnya. Ada bapak-bapak tetangga sebelah, entah prihatin atau perhatian bertanya soal uang jajan pada si dede. Tetangga baik sebenarnya, sudah cukup tua dan sering sakit-sakitan. Berapa uang jajan dikasih sama papi sebulan? Demikian si dede ditanya. Si dede menjawab sekitar dua lima ribu rupiah. Lalu si bapak
    Read More
  • 13

    Dec

    Memberikan Kesempatan Anak untuk Melakukan Hal yang Kita Khawatirkan

    Sebagai orangtua pasti khawatir bila anak hendak melakukan hal yang tidak biasa atau mengandung bahaya. Tapi adakalanya kekhawatiran itu berlebihan. Akibatnya anak kehilangan kesempatan untuk hal yang ingin sekali dilakukannya. Kreativitas dan Ingin Tahu Anak-anak yang sedang bertumbuh kreativitas dan rasa inginnya tahu tinggi. Kadang sebagai orangtua yang tidak tanggap, sehingga justru menghambat perkembangan mereka. Salah satu contoh: si dede keinginan belajar hal-hal yang baru besar sekali. Kalau lihat maminya atau saya sedang memasak, dia ingin mencoba membantu. Selain itu untuk hal lain si dede juga suka ikut nimbrung. Misalnya kalau saya sedang membongkar alat elektronik. Kelihatan memang agak merepotkan, tapi kalau keinginannya diapreiasi pasti anak-anak bersemangat untuk b
    Read More
  • 29

    Oct

    Tambah Seribu untuk Tukang Ojek

    “Mami, Dede tambah seribu lagi buat ojeknya. Jadi ojeknya habis empat ribu,” begitu laporan si dede kepada maminya sore ini saat pulang sekolah dengan tubuh yang agak basah. “Kok tambah seribu lagi? Biasa juga ongkosnya tiga ribu, De!” protes maminya. “Mami, ini kan hujan. Dede kasihan, jadi ditambahin seribu lagi. Biar Abangnya gak kapok juga,” demikian penjelasan si dede. Mendengar penjelasan si dede yang ‘kasihan’ sama abang ojeknya, tentu si mami memaklumi dengan keputusan si dede. Sore ini terpaksa si dede pulang sekolah naik ojek yang bukan langganannya karena sedang pulang kampung. Kebetulan si mami pas mau berangkat jemput hujan mulai turun. Jadi si dede berinisiatif pulang sendiri dengan mencegat ojek di depan sekolahnya.
    Read More
  • 16

    Sep

    Belajar Tentang Janji dari si Dede

    Untuk bisa menepati janji memang adakalanya susah setengah mati bagi sebagian orang. Lalu cari-cari alasan untuk mengingkari atau pura-pura lupa. Bahkan ada yang sengaja memberi janji membuai bagai mimpi. Sudah tahu tidak mungkin bisa memenuhi. Ada lagi janji yang sepele pun tak bisa dipenuhi oleh tak adanya niat. Soal janji ini baru-baru ini saya mendapat pelajaran dari si Dede. Begini ceritanya: Setiap hari dari Senin sampai Jum’at si Dede kalau ke sekolah sudah ada ojek yang mengantar dan menjemput. Karena hari Sabtu ada tambahan, si Dede janjian dengan tukang ojeknya minta diantar. Tapi kebetulan pas Sabtunya saya ada di rumah, si Maminya minta saya yang antar saja. Hitung-hitung penghematan. Nanti tinggal bilang ke abang ojeknya. “Sekarang Papi antar Mami
    Read More
  • 25

    Aug

    Mengapa Syiah, Ahmadiyah, NU, dan Lainnya Hidup Damai di Wonosobo?

    Apakah kasus penyerangan penganut Syiah di Sampang dan Ahmadiyah di beberapa tempat yang terjadi atau penyerbuan ke tempat ibadah lainnya menunjukkan sudah tidak adanya toleransi beragama lagi di negeri kita? Terlalu naif bila kita berpikiran demikian. Apakah yang terjadi hanya sebagian kecil dari sebuah dinamika kehidupan. Karena bila kita mau membuka maka lebih lebar lagi bahwa kerukunan hidup beragama itu masih nyata ada di mana-mana. Semboyan Bhineka Tunggal Ika masih tertanam. Seperti yang dalam laporan Tempo.co dalam edisi khususnya Rabu, 21 Agustus 2013. Dimana di Wonosobo, Jawa Tengah, kedamaian justru hadir di antara penganut Syiah, Ahmadiyah, NU, dan penganut agama lainnya. Dalam hal ini termasuk dengan penganut kepercayaan. Diperkirakan jemaah Ahmadiyah
    Read More
  • 5

    Jun

    Papiii...Duitnya Buat Mami Aja !

    Saat Si Dede ulang tahun yang ke-8 belum lama ini. Saya mendapat titipan beberapa ang pao dari saudara untuk Si Dede sebagai hadiah. Semua hadiah tersebut saya serahkan ke Si Dede. “De, ini hadiah buat Dede dari saudara Papi. Dede simpan aja sendiri buat uang jajan.” Si Dede langsung menghitung. “Kalau digabung dengan yang dari Tante dari Lampung wah banyak!” Girang nian Si Dede dapat banyak duit. Ternyata anak kecil juga sudah doyan duit sekarang. “Ya, Dede simpan aja. Kalau titip sama Mami suka dipakai sih.” sungut Si Dede. Ketika saya sudah balik ke tempat kerja. Si Dede menelepon. “Papiii… Duitnya buat Mami aja deh. Buat Mami berobat. Mami kan sakit. Dede ambil sepuluh ribu aja buat main futsal.” “Dua puluh ribu aja
    Read More
  • 28

    May

    Kalau Tak Mampu, Tak Usah Sekolah

    Pendidikan memang penting, tetapi meraih pendidikan kita butuh tidak ssedikit biaya dan itu terkadang yang menjadi masalah. Tidak biasanya, menjelang semester kenaikan kelas Maminya Si Dede diliputi wajah yang murung. Padahal biasanya menjelang semester, Maminya selalu bersemangat mengajari Si Dede yang masih SD ini. Semua ini, gara-gara ancaman pihak sekolah yang apabila dalam waktu yang ditentukan, orangtua belum bisa melunasi SPP, maka Si Dede tidak diperkenankan mengikuti proses belajar. Sebagai orangtua tentu merasa sangat sedih dan menahan perih menerima kenyataan ini. Tetapi apa boleh buat, ini memang ketentuan sekolah dan sebagai orangtua tidak bisa menyalahkan pihak sekolah. Karena proses belajar atau mengajar membutuhkan biaya dari orangtua para murid. Ibarat kata, piha
    Read More
  • 14

    Oct

    Pergilah Kau! Aku Bukan Sahabatmu Lagi!

    Pergilah kau! Aku tak ingin dengan kata-kata kasar mengusirmu! Tenang, mengapa kau harus mengusirku? Bukankah selama ini kita adalah sahabat baik? Sahabat yang bersedia menemanimu sampai mati! Tapi kini aku tak sudih lagi menjadi sahabatmu! Telah kukumpulkan seluruh keberanianku, untuk berkata : Tidak untukmu! Oh, begitu? Lupakah engkau, saat-saat aku selalu menemani bersenang-senang? Ke tempat maksiat dan berjudi Bukankah aku juga yang telah membuatmu kaya dengan korupsi? Bukankah aku juga membuatmu dihormati dengan kebaikan palsu yang kuajarkan? Diam! Diam! Diam! Sekarang enyahlah, karena aku tak ingin menjadi sahabatmu lagi. Titik! Tapi. . . Tidak! Aku akan mengunci setiap pintu bagimu untuk masuk. Karena sesungguhnya, engkau bukan sahabatku. Aku telah tertipu kelicikanmu! Kau
    Read More
  • 14

    Jul

    Kok Salahkan Tukang Cukur? Emang Dede Yang Jelek, Kok!!

    Seringkali kita lebih tertarik untuk menyalahkan orang lain daripada sejenak berdiam diri berintrospeksi karena memang lebih gampang untuk melihat kesalahan daripada kebaikan ! * * * Menjelang masuk sekolah , salah satu kegiatan yang banyak dilakukan adalah bercukur rambut , termasuk si kecil yang akan masuk SD . Kebetulan saya juga ingin bercukur dan biasanya saya cukup ke tukang pangkas saja karena potong rambutnya tidak pakai model-modelan , cukup dicepak! Sekalian si kecil diajak , ceritanya kompak . Tetapi hasilnya kurang memuaskan maminya, yang ingin anaknya kelihatan ganteng. Diliputi rasa kecewa, kemudian si kecil dibawa lagi ke salon untuk dirapikan. Seperti biasanya wanita yang lekat dengan sifat bawelnya, maka maminya si kecil mengeluh di salon, “Me
    Read More
  • 14

    Jul

    KENTUT ITU JUJUR!!!

    Demi kesopanan dan etika, seringkali kita harus bersikap tidak jujur, dan pengajaran ini telah kita dapatkan sejak dari kecil, sehingga mengakar dalam hidup kita dan menjadi perilaku dalam keseharian! Karena si kecil di rumah tahu saya suka menulis , maka entah mendapatkan inspirasi dari mana , sehingga ia memesan sebuah tulisan yang diberinya judul “Kentut Itu Jujur ! “ Judulnya saja tidak terpikirkan oleh saya , apalagi isinya . Si dede hanya mengatakan , “Pokoknya papi tulis aja , kentut itu jujur! Kalau orang yang bisa kentut itu , namanya jujur !” Pertama kali mendengarnya , sulit untuk saya pahami . Apa karena saya terlalu bodoh dan si kecil ilmunya terlalu tinggi ? Atau juga si kecil sedang mengada-ada dan iseng ? Tetapi setelah saya merenungkan
    Read More
- Next

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post