• 23

    Apr

    Suudzon Pada Fadli Zon?

    Boleh dibilang sebelumnya saya termasuk simpatisan Partai Gerindra dan Pak Prabowo Subianto yang seakan memberi harapan dengan keinginannya menjadi presiden. Bahkan sudah ada rencana akan rutin membuat tulisan dukungan di sebuah situs khusus tentang Pak Prabowo. Tetapi jujur, ketika dalam kampanye Pemilu yang baru berlalu saya menemukan cara kampanye yang kurang simpati dilakukan oleh pendiri Partai Gerindra dengan melakukan sindiran atau serangan ke pribadi lawan politiknya. Dalam hal ini khususnya ke Pak Jokowi. Bagi yang masih memiliki hati dalam berpolitik, apa yang dilakukan Pak Prabowo tentu akan dianggap kurang etis dan tidak satria. Semestinya dalam kampanye itu adalah memaparkan visi dan misinya sebagai seorang pemimpin. Bukannya malah sibuk menyerang lawan.
    Read More
  • 1

    Nov

    Nasib Penumpang yang Terhormat: Telat Melarat, Cepat Sekarat

    Kalau dipikir-pikir jadi penumpang transportasi, khususnya penumpang pesawat nasibnya itu sungguh diperlakukan tidak adil. Menyedihkan malah kalau mau dibilang. Walau begitu semua ketidakadilan itu harus diterima. Sebagai penumpang pesawat yang katanya terhormat justru akan melarat dan sekarat. Maksudnya? Sebagai penumpang kita harus tepat waktu sampai di bandara sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Bagaimana kalau telat karena kebetulan waktu mau berangkat menolong tetangga yang sakit yang harus di bawa ke rumah sakit atau menolong orang yang mengalami kecelakaan saat menuju ke bandara. Pihak penerbangan tidak akan menerima alasan kita. Pesawat tetap akan berangkat sesuai jadwalnya. Melaratlah kita. Sebab tidak akan mendapatkan ganti sebagai kompensasi. Soalnya itu s
    Read More
  • 4

    Sep

    Memahami Marahnya Ahok

    Secara umum kita berpandangan bahwa marah itu adalah tidak baik. Tetapi bila kita dalami dan pahami lagi sebenarnya ada kebaikannya juga di balik kemarahan itu. Kadang sebuah kemarahan malah lebih berguna dibandingan dengan puluhan nasehat dengan tutur kata indah. Satu kemarahan pada waktu dan keadaan yang tepat dapat menyadarkan seseorang dari kesalahannya seketika. Kita jadi paham sekarang setelah sekian lama menyaksikan aksi marah-marah Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok selama ini. Padahal awalnya banyak yang marah juga dengan sikapnya. Tidak bisa terima seorang pejabat publik kerjanya cuma marah-marah setiap hari. Tak heran sekarang gaya marah-marah Ahok justru banyak yang merindukan. Ngangenin istilahnya. Karena kita sudah paham bahwa marah-mar
    Read More
  • 3

    Sep

    Berpikir Positif Saja Belum Cukup

    Berpikir positif memang baik. Tapi itu masih belum cukup sebagai modal untuk menghadapi dinamika kehidupan. Lebih lengkap lagi bila berpikir positif kita diiringi oleh keikhlasan hati. Bila terlalu berpikir positif tanpa keikhlasan, bisa-bisa membuat kita terjatuh menyakitkan oleh kecewa yang mendalam. Misalkan dalam sebuah perlombaan kita sudah memenuhi seluruh pikiran dengan positif akan menjadi pemenang. Kita berjuang dan merasa yakin kemenangan sudah dalam genggaman. Piala kemenangan sudah di depan mata. Apa yang terjadi? Ternyata kekalahan yang terjadi. Seketikan kekecewaan mendera. Tak percaya dengan kekalahan yang harus diterima. Semangat langsung turun drastis. Pada keadaan ini, maka keikhlasan hati untuk dapat menerima kekalahan sangat dibutuhkan. Keikhlasan dibutuhka
    Read More
  • 30

    Aug

    Jenderal itu Akhirnya Menangis

    Ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta-Selasa 27 Agustus 2013 jenderal yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek simulator uji kemudi dan pencucian uang itu terisak-isak menahan tangis saat membacakan nota pembelaan atas tuntutan jaksa yakni pidana penjara 18 tahun, denda Rp 1 miliar, dan membayar uang pengganti Rp 32 miliar. Seorang jenderal menangis? Selagi jenderal itu masih seorang manusia, tiada larangan untuk menangis. Karena menangis adalah bagian dari kehidupan karena manusia masih memiliki perasaan.Jadi menangis adalah hal yang wajar dan bisa terjadi pada siapa saja. Orang bisa menangis karena beberapa sebab. Akibat kesedihan yang mendalam misalnya atau karena kepura-puraan untuk mencari simpati. Menangis karena terharu atau menangis oleh sebab baha
    Read More
  • 25

    Aug

    Jokowi-Ahok Mengubah Wajah Kumuh Jakarta

    Jakarta adalah Ibu Kota Negara kita yang sejatinya menjadi kebanggaan bersama. Kota metropilitan yang merupakan gerbang utama Indonesia. Tetapi kekumuhannya adalah bagian dari wajah Jakarta akibatnya banyaknya gubuk di mana-mana. Karena kurang mendapat perhatian dari Pemprov, sehingga gubuk-gubuk liar berdiri di bantaran sungai dan di sekitar waduk. Lama-kelamaan seakan sudah menjadi milik sendiri. Untuk mengusurnya bukan menjadi pekerjaan mudah, Akhirnya terjadi pembiaran. Kalaupun ada upaya memindahkan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain kekumuhan yang merupakan bagian khas dari Jakarta adalah PKL yang seakan mendapat angin berjualan bukan pada tempatnya. Dari trotoar. Sedikit demi sedikit kemudian hampir menguasai seluruh jalan akibat pembiaran. Kalau p
    Read More
  • 11

    Aug

    Ternyata Jokowi Banyak Salahnya

    blusukan Jokowi saat Lebaran@beritajakarta.com Jarang-jarang pernah dengar ada pemimpin yang berani mengaku banyak salah dan mau minta maaf kepada rakyat selama ini. Tetapi Joko Widodo alias Jokowi, Gubernur Jakarta saat ini berani mengeluarkan pernyataan ini, seperti yang dikutip Liputan6.com, Kamis, 8 Agustus 2013: “Karena apapun, pemimpin itu banyak salahnya. Banyak kekeliruannya. Mungkin dalam buat kebijakan, memutuskan sesuatu. Sehingga perlu pemimpin minta maaf pada rakyatnya. Penting. Bukan rakyatnya yang ke kita.” Kalau mau jujur harus diakui Jokowi memang berbeda dengan kebanyakan pemimpin di negeri kita. Seperti saat Lebaran ini, biasanya pemimpin akan open house untuk saling maaf-maafan. Dimana rakyat yang mendatangi pemimpinnya. Jokowi
    Read More
  • 30

    Jul

    Barcelona ke Palestina dan Israel demi Misi Damai

    @fcbarcelona.com Sejatinya sepak bola dan politik memang harus dipisahkan. Tetapi apa salahnya kalau dengan sepak bola bisa untuk menghadirkan atau menjembatani perdamaian pada dunia politik? Itulah yang akan dilakukan klub sepak bola Barcelona dalam waktu dekat ini dengan berkunjung ke Palestina dan Israel. Rencananya Barcelona dengan pelatih barunya, Tata Martino pada 3-4 Agustus 2013 akan mengadakan tur ke Palestina dan Israel dengan tajukBarcelona Peace Tourdengan membawa seluruh pemain terbaiknya. Tujuannya adalah misi damai dengan memberikan coaching clinic kepada anak-anak Palestina dan Israel secara bersamaan tanpa dibebani biaya. Selanjutnya skuad Barca akan mengunjungi istana kepresidenan Palestina untuk bertemu dengan Mahmoud Abbas. Lalu ke Israel bertemu dengan Presi
    Read More
  • 25

    Jul

    Ahok Mau Bikin Klub Sepak Bola? Jangan Dulu Deh!

    Ternyata kesibukan Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak membuatnya lupa memerhatikan perkembangan dunia sepak bola. Khususnya sepak terjang klub kebanggaan Ibu Kota, Persija. Ahok gerah dengan prestasi Persija yang saat ini dilatih Benny Dolo yang bercokol di papan tengah klasemen sementara ISL. Itulah sebabnya Ahok berniat bikin klub baru yang akan dikelola oleh Pemprov Jakarta. Karena saat ini persija dikelola oleh manajemen PT Persija yang dianggap Ahok tidak becus mengurusi sepak bola. Seriuskah Ahok? Patut dicatat, membuat klub baru itu tidaklah penting dan genting saat ini. Bayangkan akan berapa banyak dana yang akan dikeluarkan untuk mengelolanya. Ini tentu akan membebani APBD. Apalagi persoalan yang harus di atasi di Jakarta demikian banyak. Pent
    Read More
  • 1

    Jul

    Jokowi: Pemimpin Itu Sejajar dengan Rakyat

    Menurut Jokowi, pemimpin ang baik itu adalah pemimpin yang bisa bersikap horizontal dengan rakyatnya. Mau menyejajarkan dirinya dengan rakyat, sehingga dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi rakyat. Jokowi menyampaikan hal ini dalam sebuah seminar kebangsaan bertajuk Memimpin dengan Hati di Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta belum lama ini. Sekarang sulit kita menemukan pemimpin yang mau menempatkan dirinya sebagai bagian dari dari yang dipimpinnya. Hubungan yang terjadi antara pemimpin dengan rakyat lebih ke hubungan yang vertikal. Pemimpin menempatkan dirinya di tempat yang tinggi dan rakyat adalah bawahan. Dengan demikian pemimpin lupa diri dengan kedudukannya yang sejatinya melayani rakyat. Sebaliknya mereka justru berharap rakyat yang melayaninya. Itulah sebabnya terja
    Read More
- Next

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post