• 11

    Mar

    Penampilan dan Diskriminasi

    Saat menghadiri undangan acara Perayaan Imlek bersama Perkumpulan Warga Kalbar Tangerang di Novotel Hotel yang berada Tang City Mall, ketika hendak memasuki lift berpapasan dengan seorang bapak berbaju batik dan kepala plontos.   Dengan ramah ia memersilahkan saya, istri dan s dede masuk terlebih dahulu. Saya berpikir beliau pasti petugas di hotel biasa yang melayani tamu. Begitu juga ketika hendak keluar dari lift, beliau pula yang dengan gerakan tangan menunjukkan, agar kami keluar terlebih dahulu.   Ketika acara berlangsung dan beliau naik ke atas panggung, saya baru mengetahui ternyata bapak itu General Manager Hotel Novotel #pikiranyangmenipu   Dalam kehidupan ini penampilan memang seringkali menipu. Sebab kita sendiri yang memersepsikan diri dengan fokus kepada penamp
    Read More
  • 18

    Feb

    Nikmatnya Melihat Kesalahan

    Apakah pilihan kita lebih melihat kesalahan diri sendiri atau kesalahan orang-orang yang ada di sekitar kita? Jujur sajalah tak usah gengsi, karena keegoan masih menjadi tuan rumah, maka melihat kesalahan orang lain adalah menjadi pilihan menggoda. Minimal hal itu terjadi pada diri sendiri. Memang nikmat melihat kesalahan yang dilakukan orang lain. Lebih nikmat lagi bisa menertawakannya. Kita begitu jelas melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan orang lain. Dari A sampai Z. Begitu mudahnya menuding dan menghakimi kesalahan mereka seakan kita ini adalah malaikat yang tak pernah salah. Bagaikan hakim yang memvonis si ini salah, si itu salah. Betapa nikmatnya kita melihat kesalahan demi kesalahan yang dilakukan dan kita begitu ahlinya menilai lalu mencatat dalam memori.
    Read More
  • 9

    Feb

    Yang Salah Menjadi Benar

    Suatu hal walau adalah salah, namun karena sudah menjadi kebiasaan, maka akan menjadi hal yang benar. Ketika kita tidak melakukannya, malah akan dianggap salah. .. [status fb]     Tanpa kita sadar atau pun kita sadari, bahwa ada hal-hal yang sebenarnya adalah salah, namun karena kondisi tetap kita lakukan. Yang mana kemudian menjadi kebiasaan yang mentradisi, sehingga hal yang salah tersebut menjadi sesuatu yang benar. Ketika kita tidak melakukan justru akan dianggap salah.   Di jalanan kita bisa melihat, ada yang dengan santai menerobos lampu merah. Ketika kita yang dengan tertib berhenti dan menunggu menyalanya lampu hijau, malah akan diklaksoni. Karena kita dianggap menghalangi yang hendak melaju menerobos lampu merah.   Kita juga bisa melihat dengan santainya orang
    Read More
  • 19

    Aug

    Kesedihan

    Kesedihan tidak selalu berakhir pada lorong banjir air mata, penderitaan dan kehancuran. Sebab kesedihan pun bisa berujung pada tawa ria, kebahagiaan dan pencerahan. Bertahan dalam kesedihan dengan kesabaran sesungguhnya sedang memupuk benih - benih pencerahan. Dalam kehidupan ini hal - hal yang membuat kita menghadapi kesedihan akan selalu ada. Berpisah dengan orang - orang yang kita cinta, kehilangan apa yang kita sayangi, apa yang kita harapkan tak tercapai, atau mendapat perlakuan tidak adil dan menyakitkan. Namun bagaimana sikap kita terhadap semua itu yang menentukan jalan hidup kita selanjutnya. Berkeluh kesah dalam kesedihan dan meratapi dengan banjir air mata atau menerima dengan kesedihan yang wajar lalu mengambil pembelajaran dari semua kejadian itu. Kesed
    Read More
  • 4

    Jul

    Harapan

    Harapan itu menjanjikan masa depan. Harapan itu adalah kekuatan. Ketika kita memiliki harapan untuk diraih, maka ada gairah untuk bertahan dan membuat impian jadi kenyataan. Ada kehidupan yang indah dalam sebuah harapan. Penderitaan dan kesusahan akan terasa mudah melewatinya. Halangan dan rintangan seberat apa pun tak menggetarkan. Tetapi sebuah harapan pun bias berbuah kekecewaan dan menjadi penderitaan bila harapan itu sekadar mimpi - mimpi atau khayalan belaka. Seperti hari - hari menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 nanti. Dukungan kepada kedua calon presiden terus mengalir. Para pendukung tiada lelah untuk terus memberikan dukungan dan mati - matian membela. Ada yang sedemikian yakinnya dengan harapan yang akan diberikan sang calon pemimpin bahkan sa
    Read More
  • 30

    Jun

    Kenapa Takut dengan Nasihat?

    Secara sadar kita tahu bahwa sebuah nasihat itu adalah baik karena itu memang demi kebaikan kita. Apakah kita bisa berlapang dada menerima nasihat itu yang menjadi masalahnya? Karena sebuah nasihat itu menunjukkan ada ketidakbaikan pada diri kita. Bila ego kita yang lebih dominan menguasai diri kita, maka nasihat sebaik apa pun akan sulit kita terima. Yang ada malah sebaiknya terjadi perlawanan. Yakni penolakan keras mengalahkan keinginan hati yang mau mendengarkan. Masa - masa itu saya alami sendiri. Ketika itu saya sangat menghindari bila ada yang hendak menunjukkan kesalahan saya lalu memberikan nasihat. Karena akan membuat badan ini meriang. Itu sebabnya saya selalu berusaha menghindari. Setiap nasihat itu seakan menampar diri dan menyakitkan. Ada perlawanan. Seringkali
    Read More
  • 13

    May

    Semua Orang Itu Baik

    Bila mau diingat dan dicari semua orang memang baik adanya. Bila mau juga dirasa-rasa tentu kita sendiri akan merasa kita adalah orang yang baik. Semua akan jadi baik kalau kita mau kesampingkan ketidak-baikan yang ada. Sebab semua manusia memang diciptakan untuk menjadi baik. Sebagai manusia dalam setiap hari pasti ada hal baik yang terpikirkan dan dilakukan oleh kita. Minimal berbuat sesuatu yang berarti bagi orang-orang terdekat. Rasa kasihan atau peduli pada orang lain. Walau hanya sekilas. Masalah bisa dilakukan atau tidak itu yang jadi masalahnya. Tapi minimal sudah ada niat yang baik. Inilah sedikit pembuktian dari perkataan yang umum sudah kita dengar bahwa semua orang itu baik di antara ketidak-baikannya yang kita lihat: Si itu, walau suka marah-marah d
    Read More
  • 19

    Mar

    Debat

    Sejatinya orang bijak akan menghindari perdebatan dalam bentuk apapun. Sebab yang sering kali terjadi dalam perdebatan bukanlah upaya untuk mencari kebenaran sesungguhnya. Tetapi mencari kebenaran versinya masing-masing. Yang lebih menyedihkan adalah mencari pembenaran atas kekuasaan egonya. Orang bijak tidak membuktikan dengan pembenaran dan menunjukkan kepintarannya. Sebaliknya orang pintar suka berdebat, karena ingin membuktikan kepintarannya dan menunjukkan bahwa orang lain salah. Untuk itulah berdebat menjadi pilihan, agar seluruh dunia dapat menyaksikan. Orang yang mengandalkan kepintaran akan selalu memiliki pembenaran untuk melakukan perdebatan soal benar dan salah. Padahal semua itu tidak membuktikan apa-apa. Apakah perdebatan dengan suara menggelagar akan membuat
    Read More
  • 11

    Mar

    Diam

    Diam tepat pada waktunya bisa artinya bagus, maka ada kata-kata bijak diam itu emas. Tetapi diam tidak pada waktunya malah bisa mencelakakan orang lain dan diri sendiri. Kalau sebagai tenaga penjual maunya diam ya dapur tak bisa mengepul, makan kerak akhirnya. Bisa mencelakakan orang lain kalau kita cuma diam padahal kita tahu jalan yang hendak dilalui itu berlubang. Kadang diam itu juga bisa disalahpahami. Tapi giliran tidak diam alias banyak bicara malah distempeli tukang omong. Ya ketika dalam diam saya sedang berpikir dan merenungi hidup ini malah dikira sedang melamun yang jorok-jorok. Cilaka. Giliran saya tidak mau diam dengan mulut ini, justru dibilang tukang omong alias bawel. Serba salah. Diam-diam Kita memang tidak bisa menilai sepenuhnya apa yan
    Read More
  • 18

    Feb

    Berkah dan Musibah

    Dalam Musibah Ada Berkah, Dalam Berkah Ada Musibah Kita selalu meyakini bahwa dalam setiap musibah yang terjadi dalam hidup kita ada pengajaran dan berkah yang kita dapat jadikan sebagai hikmah. Ya tidak jarang melalui musibah yang ada itu kita mendapatkan sesuatu yang bernilai bagi hidup kita. Untuk lebih bersyukur dan lebih tabah misalnya. Musibah bisa berupa masalah yang terjadi dalam hubungan dengan antar manusia maupun dengan alam. Kita bisa memetik berkah dari setiap musibah adalah dengan tidak menyalahkan atau mencari kambing hitam. Kita benar-benar menerima semua yang terjadi dengan apa adanya sambil merenungi apa makna di baliknya yang bernilai bagi hidup kita. Sebaliknya dalam hidup tak jarang dengan segala berkah yang kita terima lantas menjadi lupa diri. Lupa berterima
    Read More
- Next

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post