• 26

    Dec

    Belajar dari Hal Menyebalkan

    Entah berapa banyak kejadian yang tak berkenan atau menyebalkan yang harus kita alami dalam sehari saja. Yang membuat kita kehilangan keceriaan dan bahagia. Apalagi kita banyak berada di jalanan atau berhubungan dengan banyak orang dalam beraktivitas. Sudah menjadi risiko keseharian yang mau tidak mau harus dihadapi. Mengalami kejadian-kejadian yang menyebalkan itu pasti akan melelahkan, tidak menyenangkan hati dan membuat emosi tak stabil. Ada yang bisa meledak ketika mengalami kejadian dengan menumpahkan amarah. Tapi ada pula yang harus menahan diri demi menjaga image di tempat kerja. Lalu melampiaskan emosinya di rumah. Mengalami kejadian yang tidak menyenangkan hati dan menyebalkan ini setiap hari bila tanpa ada solusinya atau pengendalian diri, maka lama-kelamaan akan membuat k
    Read More
  • 23

    Dec

    Pujian Menjadi Obat Kerendahan Hati, Hinaan Obat untuk Meruntuhkan Tembok Keegoan

    Secara umum, kita sebagai manusia sudah terkondisi untuk lebih menghargai sebuah pujian. Pujian itu menyenangkan dan membuai perasaan. Tentu kita suka.Sementara hinaan itu menyakitkan dan mempermalukan. Siapa yang suka? Sebagai manusia awam, kita memang pasti suka mendapat pujian dan sangat tidak berharap menerima hinaan atau pelecehan melalui kata- kata. Berbeda dengan manusia yang sudah mengerti, mereka tidak suka dengan pujian tapi akan menerima cacian dan hinaan dengan penuh rasa syukur. Pujian itu melenakan dan membangkitkan kesombongan. Bila pujian tak disikapi dengan baik, maka pujian akan menjadi penyubur tumbuhnya keegoan. Inilah kemudian yang menjadi benih-benih kesombongan tumbuh subur pada diri kita. Itulah sebabnya mereka yang mengerti akan berhati-hati dengan pujian. Ca
    Read More
  • 12

    Dec

    Guru Kehidupan dan Sang Guru

    Apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari merupakan guru sekaligus kitab suci untuk mencerahkan diri kita. Karena apa yang terjadi adalah pengalaman nyata. Bukan sekadar nasehat atau bacaan yang bisa saja dengan mudah dilupakan. * Guru Kehidupan dan Hamparan Kitab Suci Orang yang sudah mencapai tingkat kearifan tinggi dengan belajar dari pengalamannya mengajarkan, bahwa setiap orang dapat menjadi Guru kehidupan. Melalui mereka yang setiap hari berinteraksi dengan kita, maka banyak pembelajaran hidup yang akan kita dapatkan. Modalnya cukup dengan mau selalu membuka mata dan hati untuk memetik pembelajaran yang ada. Peristiwa yang terjadi silih berganti bagaikan hamparan kitab suci yang dapat menjadi ‘bacaan’ yang akan memperkaya jiwa dan membangkitkan sikap
    Read More
  • 10

    Dec

    Menggali Air Kesejukkan Jiwa

    Pada waktunya, ketika kita menyadari bahwa mencari keutuhan diri sejati bukan ke mana-mana. Bukan di dalam goa, di atas gunung, ada di ruang kamar yang sunyi atau di ruang persembahan. Tetapi dengan menggalinya ke dalam ruang diri sendiri. Ia tidak bersembunyi. Tapi tersembunyi oleh ketidak-tahuan kita, sehingga kita mengabaikannya dalam kesendirian tanpa merasakan kebebasan sejati. Karena fokus kita lebih banyak pada pencarian kesejukkan atau ketenangan di luar yang sesungguhnya semu. Kita liburan ke tempat-tempat indah untuk mencari ketenangan hidup.Tapi hanya beberapa saat. Setelah pulang, ketenangan itupun melayang. Bagaikan Menggali Sumur Menemukan Air Pencarian untuk menemukan air kesejukkan jiwa, sama halnya dengan menggali sumur untuk menemukan sumber air. Ada cuma ga
    Read More
  • 9

    Dec

    OtakLebih Mendominasi atau Nurani?

    Sejatinya otak dan hati menjadi sahabat baik dalam keberadaannya sebagai tubuh kita yang bernama manusia. Bila otak dan hati saling mendukung, maka akan tercipta keselarasan dengan bertumbuhnya kerohanian kita. Menggunakan Otak Dianggap Pintar, Dengan Hati Dianggap Bodoh Seiring berjalannya waktu, perlahan tapi pasti otak ingin mengambil peran menjadi dominan. Peran hati semakin tersingkirkan. Logika yang dikedepankan. Otak menjadi tirani. Nurani dikebibiri. Bisa menggunakan logika, maka kita dianggap pintar. Tapi dengan hati bisa-bisa dianggap bodoh. Bisa juga malah dianggap sok baik, sok bijak. Sudah umum kita mendengar atau membaca pernyataan ini: Buat apa saya minta maaf, karena saya tidak salah! Ketika logika yang bekerja, maka akan dianggap sebuah kebodohan kalau tidak b
    Read More
  • 6

    Dec

    Harmonisasi Hati

    Mengapa kedamaian yang kita idamkan belum hadir juga dalam kehidpuan kita saat ini? Damai yang tumbuh dari dalam diri. Walau kita tahu bahwa perbedaan itu adalah indah dan keniscayaan, nyatanya justru menimbulkan banyak masalah selama ini. Bahkan menciptakan permusuhan. Misalnya saat adanya perbedaan pendapat, ada kecenderangan untuk memaksakan pendapatnya. Cari dukungan pun dilakukan. Kita tak rela ada yang berbeda dengan pendapat kita tanpa mau berusaha memahami dan menyelami pendapat orang lain yang kita sudah persepsikan salah. Karena kita merasa lebih unggul. Perbedaan adalah Harmonisasi Kehidupan Ada siang ada malam. Ada gelap ada terang. Ada positif ada negatif. Ada pria ada wanita. Tapi perbedaan yang ada justru menciptakan harmonis kehidupan menjadi in
    Read More
  • 1

    Dec

    Surat Kepada Sahabat

    Sahabat, Tak perlu berkecil hati. Apalagi putus asa bila saat ini dalam penderitaan, kesulitan dan dalam ketidak-nyamanan hidup. Tetaplah tersenyum menyongsong hari esok seiring terbitnya mentari pagi. Sapalah semesta dengan senyuman yang terbaik. Dalam kehangatan mentari, sapalah dirimu dengan mesra. Sahabat, Tidak perlu menyalahkan siapapun atas apa yang terjadi. Hidup adalah tanggung jawab sendiri. Apapun yang terjadi pantas diterima dengan kebesaran jiwa. Tuhan telah mengaruniakan setiap ciptaan-Nya dengan potensi luar biasa. Mana boleh berkeluh kesah dalam kepedihan untuk menyalahkan orang lain. Sahabat, Segala kesulitan di baliknya pasti ada pengajaran yang berharga agar menjadi lebih kuat dan dewasa, maka lihatlah dengan mata batin yang terbuka. Bukan kesesatan
    Read More
  • 27

    Nov

    Beruntung Masih Memiliki Penyesalan

    Apakah kita pernah mengalami penyesalan demi penyesalan dalam hidup ini? Kalau diingat-ingat rasanya tak akan ingat lagi. Entah berapa penyesalan yang ternah menghampiri hidup kita. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Kita seringkali menyesali penyesalan itu yang selalu datang belakangan.Mengapa tidak menyesali dulu sebelum berbuat salah? Walau penyesalan ini masih ada terjadi oleh kesalahan yang kita lakukan. Menandakan masih ada sisa-sisa kesadaran yang bersemayam.Ada harapan untuk berubah. Sebab masih ada yang tak pernah berani menyesali setiap kesalahannya. Tetap nyaman dalam kesalahan sampai nafasnya yang terakhir. Saat ini dengan penuh beban membawa setumpuk kesalahan. Bila detik ini kita masih belum lepas dari kesalahan. Namun masih memiliki seti
    Read More
  • 26

    Nov

    Tak Mengakui Kesalahan, Membuat Orang Lain Bersalah

    “Kelihatannya baik dan santun, sesungguhnya sebuah cermin manusia yang berpikir bahwa mengakui kesalahan itu adalah sebuah kebodohan dan membuat orang lain merasa bersalah adalah sebuah kesuksesan. Manusia yang manupulatif adalah manusia yang sudah terbiasa mengolah kesalahan untuk dijadikan senjata kebenaran yang ampuh.” Hari Minggu yang cerah, selepas mengantar si dede berlatih sepak bola, saya segera mencari koran Kompas untuk menikmati bacaan di pagi hari. Biasanya rubrik ‘Parodi’ yang segera dipelototi. Dua bait kalimat pembuka tulisan ini adalah saya kutip dari tulisan Samuel Mulia yang menarik itu. SUDAH SALAH, MALAH MENYALAHKAN Bait pertama merupakan kesimpulan Samuel tentang seseorang yang berjanji, kemudian tidak menepati. Alih-alih mau
    Read More
  • 22

    Nov

    Pengacara, Koruptor, dan Nurani

    Ada pengacara bicara gagah berani hukuman setimpal untuk koruptor malah dikritisi katanya para hakim tak punya hati nurani hanya untuk mencari simpati tak punya rasa keadilan lagi Siapa yang tak punya nurani siapa yang tak punya keadilan lagi padahal di negeri seberang koruptor malah dihukum mati mencuri uang rakyat adalah perbuatan keji siapapun layak dibasmi Wahai pengacara yang bicara nurani membela koruptor dengan bayaran tinggi bisa jadi itu dari uang rakyat yang dicuri jadi siapa yang tak bernurani siapa nuraninya yang telah mati Sementara koruptor bicara dizalimi dengan penampilannya mencari simpati tak malu membawa ayat-ayat suci padahal dulu dengan zalim mencuri tanpa basa-basi sungguh tiada arti bicara nurani bikin geli
    Read More

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post