• 7

    Nov

    Belum Siap Jadi Baik

    Sejatinya kita sebagai manusia kehidupannya dari hari ke hari menjadi semakin baik. Berani menyadari kesalahan-kesalahan lalu bertobat untuk berubah menjadi manusia di jalan kebajikan. Sebab dengan satu hari demi satu hari yang kita lalui menandakan perjalanan kita semakin dekat kepada berakhirnya keberadaan kita di dunia ini. Bagaimana kita bisa mengatakan, bahwa kita akan berubah baik setelah tua nanti? Bukankah kematian itu bukan hanya untuk orang-orang yang sudah tua? Bahkan manusia yang baru terlahir pun bisa mengalami kematian. Bagaimana kita bisa memastikan perjalanan hidup kita akan panjang sampai menjelang tua? Ketika ada yang mengajak kepada jalan kebaikan ada yang dengan berani mengatakan, bahwa belum siap menjadi baik. Sekarang usia masih muda. Mau berpuas-puas
    Read More
  • 23

    Oct

    Foto

    Pernah tertipu oleh sebuah foto? Di foto tampak begitu mulus dan cantik (ganteng) tidak tahunya setelah melihat aslinya malah bertolak belakang, sehingga membuat kecewa atau diam-diam menertawakan diri sendiri yang telah percaya dan tergoda sama sebuah foto. Mau marah? Marah sama siapa? Seorang rekan kerja wanita yang masih jomblo tumben-tumbenan pagi-pagi sudah curhat tentang masalah perkenalannya dengan cowok-cowok yang dikenalkan temannya yang prihatin akan ke-jomblo-annya. Semuanya hanya melalui nomor telepon genggam. Sayangnya, belum bertemu yang sreg, sehingga masih membuatnya galau dan kemudian saya dijadikan ‘korban’ untuk menampungnya. Cowok yang pertama belum-belum sudah menakutkan, sehingga tidak sampai berlanjut ke pertemuan untuk lebih saling meng
    Read More
  • 21

    Oct

    Maaf

    Sebuah kata ‘maaf’ yang begitu mudah dituliskan. Cuma empat kata. Tetapi tidak semudah itu mengucapkannya. Bisa jadi bibir ini seakan terkunci gembok yang sangat kokoh, sehingga sedemikian sulitnya untuk meluncurkan kata tersebut. Ada beban yang begitu berat dan perasaan enggan. Bisa jadi menyatakan maaf akan meruntuhkan harga diri, sehingga lebih baik tak usah terucap. Setiap malam menjelang tidur biasanya saya menelepon si dede sebagai pengobat rasa rindu karena jarang berada di rumah.. Sekadar menanyakan keadaan atau ngobrol-ngobrol. Entah malam itu ia sedang galau, sehingga nada bicaranya agak sewot. Kenapa? Akhirnya saya sudahi acara teleponannya. Walau pun si dede bilang tidak apa-apa apabila saya hendak berbicara dengannya. Saya sengaja menutup telepon u
    Read More
  • 15

    Oct

    Tes

    Kita suka mengatakan, bahwa bencana atau penderitaan yang kita alami sebagai ujian dari Tuhan. supaya keimanan kita lebih kuat dan meningkat. Begitu juga di sekolah, guru memberikan ujian tentu tujuannya supaya para murid bisa naik kelas. Bagaimana bila anak yang menguji orangtuanya? Biasanya urusan sekolah si dede, maminya yang memerhatikan. Terutama dalam hal Pekerjaan Rumah. Sebab saya jarang di rumah. Paling dua minggu sekali baru bisa berkumpul dengan si dede. Sewaktu maminya harus terbaring di rumah sakit, si dede mengingatkan kalau ia ada PR yang harus dikerjakan. Karena sudah malam dan baru pulang dari rumah sakit, saya mengatakan besok saja mengerjakannya. Apalagi PR tersebut belum waktunya dikumpulkan. Setelah maminya keluar dari rumah sakit dan saya kem
    Read More
  • 8

    Oct

    Konsisten

    Banyak hal yang sederhana dan mudah pun tidak bisa kita lakukan dengan konsisten. Misalnya dalam hal membuang sampah dan makan yang sederhana serta sehat. Seringkali keadaan dan rasa yang membuat kita tidak bisa konsisten. Saya pernah mendengar seorang penceramah berkisah tentang seorang guru yang setiap kali makan selalu konsisten satu mangkuk saja. Tidak peduli bagaimana suasana hati dan hidangan lauk-pauknya. Sehari tiga kali makan tak pernah lebih dari semangkuk. Hal ini dikatakan sebagai pencapaian yang luar biasa bisa demikian konsisten. Tidak sembarang orang bisa melakukannya. Namun mendengar hal itu dalam hati saya berkata,”Ah, apa susahnya?!” Saya meremehkan kekonsistenan ini karena saya anggap hal tersebut begitu mudah kalau mau dilakukan. Biar bukan o
    Read More
  • 3

    Oct

    Jujur

    Jujur (itu masih ada) di mana-mana, jangan khawatir. Khawatirlah apabila diri sendiri yang tidak jujur Benarkah orang jujur itu sudah seperti barang langka yang ada hanya satu di antara seribu orang? Pengalaman membuktikan bahwa orang jujur itu masih ada di mana-mana. Jangan-jangan justru diri kita sendiri yang jadi manusia langka dalam hal berlaku jujur. Belum lama ini saya dua kali ketinggalan barang tapi dua-duanya bisa kembali dengan utuh. Yang pertama adalah HP yang tertinggal di saung di mana biasa saya duduk-duduk mencari ilham di pabrik. Seorang karyawan menemukan lalu mengembalikan kepada saya. “Ini HP bapak ya ketinggalan?!” Saya bengong. Kenapa bisa HP saya tertinggal di saung sampai saya tidak menyadari? Semakin bengong sebab yang menemukan masih ber
    Read More
  • 2

    Oct

    Melotot

    Tanda sadar karena tuntutan kehidupan kita terjebak dalam perilaku membenarkan kesalahan, sehingga kesalahan-kesalahan yang kita lakukan tanpa perlu merasa bersalah karena orang lain juga melakukannya. ‘Apa lu melotot? Udah salah masih berani melotot lagi!’ begitu kira-kira yang ingin saya katakan kepada seorang bapak-bapak berseragam salah satu instansi pemerintah yang jalannya terhalang oleh kendaraan motor saya. Kenapa sudah salah melotot? Karena ketika saya memacu sepeda motor saya lampu hijau sudah menyala. Dalam hal ini dalam pikiran saya tentu bapak tersebut yang salah. Artinya ia yang menerobos saat lampu merah sudah menyalah. Memang bukan hal aneh lagi kalau dalam keseharian ketika berkendaraan di jalanan seringkali menemui keadaan seperti ini.
    Read More
  • 1

    Oct

    Lupa

    Bagaimana rasanya bila penyakit lupa sedang mendera? Bikin was-was dan resah gelisah. Itu yang sang saya alami selama istri sakit sampai saat ini. Lupa dalam hal menyimpan atau membawa barang. Seperti linglung. Mandi di Rumah Sakit, jam tangan ditinggal begitu saja dalam kamar mandi. Padahal itu jam hadiah dari adik yang lumayan mahal. Jam tangan yang paling mahal yang pernah singgah di lengan. Coba kalau hilang? Bisa tiga hari tiga malam tak bisa tidur. Mungkin. Di rumah sudah bikin jus buat istri untuk dibawa ke Rumah Sakit ditinggal begitu saja. Padahal sudah dua kali bolak-balik Hasil CT scan yang sudah di tangan ketika terjatuh masih bisa lupa. Apakah sudah dibawa atau masih di ruang kamar. Surat hasil diagnosa yang sudah dikasih suster dan saya simpan di tas, say
    Read More
  • 18

    Sep

    Malu

    Apakah kita lebih punya rasa malu atau lebih melakukan hal yang memalukan atau lebih tidak bisa menjaga kemaluan? Entahlah, bila ada yang masih malu - malu untuk mengakui. Sekarang ini kelakuan kita agak lucu bila berkenaan dengan malu. Kita malah lebih berani melakukan hal yang memalukan tapi malu berbuat hal yang baik. Kita tidak malu berteriak - teriak kasar. Tetapi malu menolong dengan memberikan bantuan dengan dalih cuma bisa memberi sedikit. Berkenaan dengan perilaku malu ini sampai ada istilah ‘urat malunya sudah putus’ sebab di antara kita sudah tidak punya rasa malu lagi dengan melakukan perbuatan yang bukan hanya memalukan diri sendiri. Namun memalukan agama, keluarga, orangtua atau instansi. Oleh sudah tidak punya rasa malu, masih bisa tampil t
    Read More
  • 6

    Sep

    Maaf

    Apakah kita termasuk orang yang sudah terbiasa meminta maaf ketika menyadari apa yang kita lakukan salah atau saat ada yang mengingatkan atas kesalahan kita? Syukurlah, pada mengangguk-angguk tandanya punya jiwa besar. Bersalah dan berani mengakui itu memerlukan kerendahan dan ketulusan hati. Tidak semua mampu melakukannya. Berbeda dengan sekadar basa - basi. Apakah kita termasuk orang yang sangat jarang _bahkan tidak pernah karena merasa tidak perlu_ meminta maaf karena selalu merasa benar dan ketika ada yang mengingatkan satu kesalahan kita, maka sudah ada seribu alasan untuk membenarkan apa yang kita lakukan yang orang lain anggap sebagai kesalahan? Kalau ini pertanyaannya pasti susah jawabnya dan bikin sewot. Orang yang selalu merasa tidak bersalah ditanya kesalahannya. Baga
    Read More

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post