• 27

    Feb

    Kok Kebaikan Ada Kadaluarsa?

    Kebaikan yang Bisa Kadaluarsa Gawat dong kalau mau berbuat baik saja ada batas waktunya alias bisa kadaluarsa? Saat seorang karyawan kebersihan di pabrik bersih-bersih di mess, saya tawari kopi. Kelihatannya dia ragu-ragu untuk menerima tawaran saya. Untuk itu saya tanya lagi dengan tegas,”Mau gak nih?” saya lanjutkan dengan nada sedikit bercanda,”Ini mumpung saya lagi baik nih mau nawarin kopi. Sebelum saya berubah pikiran dan kebaikan saya keburu kadaluarsa gak bakal saya tawarin lagi, kalau mau saya sendokin kopi plus gulanya sekarang!” Ia kelihatan bingung,”Masa sih berbuat baik itu ada kadaluarsanya segala boss?” “Bisalah, namanya juga orang, bisa berubah-ubah hatinya. Hari ini baik, besok belum tentu lagi. Hari ini la
    Read More
  • 30

    Jan

    Jose Mourinho dan Parkir Bus

    “Saya tak boleh terlalu mengkritik, karena kalau saya ada di posisinya saya tak tahu apakah saya akan melakukan hal yang sama. Mungkin. Pada saat yang bersamaan, saya juga bilang bahwa ini bukanlah Premier League. Ini bukanlah liga terbaik di dunia. Ini adalah sepakbola dari abad ke-19,” kata Mourinho. [detik.com] Begitulah, Jose Mourinho, pelatih Chelsea mengungkapkan kekecewaannya atas hasil imbang 0 - 0 ketika melawan West Ham, tim yang dilatih Sam Allardyce dalam lanjutan Liga Primier Inggris, Kamis (30/1/14) dinihari WIB. Pertandingan yang berlangsung di markas Chelsea, Stamford Bride, sepenuhnya dikuasai para pemain yang dilatih Mourinho. Tapi tak satu pun gol tercipta akibat ketatnya pertahanan para pemain West Ham. Taktik parkir bus yang yang diterap
    Read More
  • 29

    Nov

    Orangtua Demi Karir Lupa Menemani Anak Tumbuh Dewasa, Anak Demi Kebebasan Melupakan Perhatian Orangtua

    Fenomena orangtua yang demi karir melupakan anaknya sudah sekian lama kita temui. Banyak drama kehidupan ini diangkat menjadi kisah dalam sinetron atau film. ORANGTUA SIBUK BERKARIR LUPA MENEMANI ANAKNYA BERTUMBUH Orangtua yang lebih sibuk mengejar karir dan kedudukan membuat tidak sedikit anak-anak yang kehilangan perhatian orangtua yang didambakan, sehingga lebih akrab dengan pembantu di rumah. Karena orangtua pergi pagi, pulang sudah menjelang tengah malam. Yang menyedihkan, bukan hanya mengejar karir duniawian. Ada pula orangtua yang lebih sibuk mengejar karir kerohanian untuk melayani. Tapi anak-anak sendiri terlantarkan. Ini bukan omong kosong. Para orangtua berpikir anak-anaknya sudah cukup diberi pendidikan di sekolah yang terbaik, memberikan kemewahan
    Read More
  • 25

    Nov

    Belajar Ketenangan dari Seekor Kucing

    Beberapa hari ini saya perhatikan perilaku kucing yang berkeliaran di mess tempat kerja. Ada satu anak kucing yang dipelihara rekan kerja dan satu lagi seekor kucing yang sudah dua kali melahirkan. Kucing emak-emak. Kucing yang kecil memang sehari-hari nongkrong di dapur. Kadang saya suka menyediakan makanan. Nah kucing yang sudah emak-emak itu kalau siang suka ke dapur mencari makan. Anak kucing yang merasa sebagai pemilik dapur tentu tidak senang dengan kehadiran kucing itu. Untuk menunjukkan ketidak-senangannya, si anak kucing menyeringai dengan suaranya yang melengking. Saya mencoba menerjemahkan apa yang ingin dikatakan anak kucing tersebut,Hei, kamu jangan macam-macam ya. Awas kalau kamu makan jatah saya! Tapi herannya, kucing emak-emak itu cuek dan tenang menengok sejenak lalu deng
    Read More
  • 2

    Nov

    Mengapa Kita saling Membenci Karena Jokowi, Padahal Dalam Soal Wanita?

    Mengapa kita sampai gontok-gontokan dan saling menyerang karena berbeda pandangan hanya soal Jokowi, padahal soal wanita kita sama-sama suka yang seperti Luna Maya? Anggap saja ini peribahasa baru untuk menggambarkan bahwa karena berbeda pendapat dalam satu hal lalu kita saling bermusuhan. Bhakan saling menyerang dan membenci. Padahal dalam hal lain atau malah dalam banyak hal kita punya pandangan yang sama. Dengan kata lain, sejatinya jangan sampai karena perbedaan pandangan dalam satu hal saja sampai membuat kita harus bermusuhan. Karena perbedaan satu hal saja membuat kita kehilangan akal sehat untuk menjalin hubungan dalam hal lain. Kenyataannya tidak tertutup kemungkinan dalam hal lain justru kita mempunyai pandangan yang sama dan sangat cocok. Ini sebenarnya perlu y
    Read More
  • 2

    Oct

    Ya Ampun, Mau Makan Saja Masih Mengeluh!

    Saat menahan sedikit lapar karena menunggu hidangan saja masih mengeluh. Bagaimana sedang dilanda kelaparan? Apakah rasa syukur itu masih akan ada? Baru-baru ini saya bersama kawan makan di sebuah mall. Saat sudah duduk rupanya tak segera dilayani berhubung sedang ramai pengunjung. Kawan ini berinisiatif memanggil pelayannya dan minta daftar menu. Setelah pesan cukup lama, belum diantar juga pesanannya. Rupanya teman ini sudah tak sabaran karena perutnya sudah minta diisi. Mulailah keluhannya keluar. Komplain soal pelayanan yang lelet yang menyebalkannya sampai berniat membatalkan pesanan. Saya berusaha menenangkan untuk memaklumi keadaan yang memang sedang ramai. Apa salahnya duduk manis menunggu hidangan. Kenapa mau makan masih harus mengeluh pula? Sekali lagi pelayan dipa
    Read More
  • 18

    Sep

    Omong Kosong Rakyat Butuh Beli Mobil walaupun Murah

    Berhari-hari saya tidak bisa tidur nyenyak oleh perkataan seorang menteri yang jelas lebih pintar dari saya. Tapi yang bikin saya tak habis pikir adalah menteri yang katanya pintar itu tak berpikir dengan pernyataannya itu. Sampai saya berpikir, jangan-jangan itu menteri ketika berkata tak pakai pikir lagi. Karena tujuannya bukan untuk membuat orang berpikir. Tapi tujuannya cuma untuk menyindir atau cari simpati. Coba simak perkataan Menteri Perindustrian kita, MS Hidayat beberapa waktu yang lalu yang saya cuplik dari salah satu situs media online, Kasih tahu Pak Jokowi, ini juga ditujukan kepada rakyat yang berpenghasilan kecil dan menengah, rakyat yang mencintai dia juga. Harus diberikan kesempatan kepada rakyat kecil yang mencintai Pak Jokowi untuk bisa membeli mobil murah.
    Read More
  • 17

    Sep

    Apakah Perlu Sakit Dulu Baru Sadar untuk Hidup Sehat?

    “Wah, kalau gitu bersyukur dong bisa kena stroke?” Setengah guyon setengah serius saya mengucapkan kalimat di atas. Terkena stroke malah dibilang harus bersyukur. Kejam nian saya ini? Tapi saya pikir, apa yang terucap cukup relevan dan wajar. Karena kawan baik saya ini mengatakan, bahwa setelah kena stroke dia baru menyadari pola makannya selama ini yang salah dan berlebihan. “Iya sih, untung kena strokenya karena penyumbatan darah.” kata kawan ini dengan wajah yang tersenyum. Keadaannya memang mulai berangsur baik. Setelah sebelumnya sempat stress tak menyangka akan mengalami keadaan ini. Kawan ini mengakui memang pola makannya kurang sehat selama ini. Ia hampir setiap tengah malam masih makan. Banyak mengkonsumsi jajanan gorengan. Badannya jadi tambun.
    Read More
  • 9

    Sep

    Wajar Si Dul Mengendarai Mobil Sendiri

    Santai dan wajar, kan?@jarzyperdana.wordpress.com Kalau saja si Dul atau Abdul Qodir Jailani anak dari pemusik Ahmad Dhani dan Maia Estianty tidak mengalami kecelakaan pada Ahad (8/9) dinihari yang heboh diberitakan banyak media. Tentu si Dul akan masih bebas memacu kendaraannya di jalanan sambil tertawa tanpa ada yang menyalahkan atau hujatan ke AD sebagai orangtua yang lalai. Sebagai anak orang punya banyak duit tentu Si Dul wajar-wajar saja menikmati hidup sesuai kehendaknya. Sebenarnya bukan si Dul saja yang menikmati keadaan ini. Di sekitar kita juga masih ada yang orangtua yang membiarkan anaknya yang belum cukup umur berkeliaran di jalanan dengan mobil atau motor atas nama rasa sayang. Dulu sekitar tahun 2002 saat saya berada di Batam hampir saja menjadi korban
    Read More
  • 25

    Aug

    Mengapa Syiah, Ahmadiyah, NU, dan Lainnya Hidup Damai di Wonosobo?

    Apakah kasus penyerangan penganut Syiah di Sampang dan Ahmadiyah di beberapa tempat yang terjadi atau penyerbuan ke tempat ibadah lainnya menunjukkan sudah tidak adanya toleransi beragama lagi di negeri kita? Terlalu naif bila kita berpikiran demikian. Apakah yang terjadi hanya sebagian kecil dari sebuah dinamika kehidupan. Karena bila kita mau membuka maka lebih lebar lagi bahwa kerukunan hidup beragama itu masih nyata ada di mana-mana. Semboyan Bhineka Tunggal Ika masih tertanam. Seperti yang dalam laporan Tempo.co dalam edisi khususnya Rabu, 21 Agustus 2013. Dimana di Wonosobo, Jawa Tengah, kedamaian justru hadir di antara penganut Syiah, Ahmadiyah, NU, dan penganut agama lainnya. Dalam hal ini termasuk dengan penganut kepercayaan. Diperkirakan jemaah Ahmadiyah
    Read More
- Next

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post