• 20

    Aug

    Belajar Hidup dari Kematian Sisca Yofie

    Sisca Yofie@kompas.com Bandung-Senin, 5 Agustus 2013 menjelang malam drama kehidupan kelam dimulai dengan ditemukan sesosok tubuh berlumuran darah di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Kejadian sontak menggemparkan warga di sekitarnya. Tiada angin tak ada hujan. Sosok tubuh manusia yang semula dikira boneka diseret/terseret sepeda motor yang melaju kencang di keremangan senja. Kemudian diketahui korban adalah wanita cantik bernama Franciesca Yofie (Sisca) 34 tahun warga Bandung. Mojang Priangan nan rupawan. Sampai saat ini kepastian motif terjadinya pembunuhan belum diketahui. Polisi masih bekerja dan publik masih menanti penuh tanya. Berbagai dugaan merebak. Masih menjadi misteri. Walau sudah ada dua orang meng
    Read More
  • 16

    Aug

    Tangisan Istri Koruptor

    Ada pemandangan yang kontras yang bisa kita saksikan antara koruptor dan istri atau keluarganya di layar televisi. Si koruptor akan tersenyum dan melambaikan tangan. Sementara istrinya akan menghindar menutupi wajah dan bila perlu menangis. Kenapa? Sepertinya menjadi pelaku korupsi di negara kita dianggap hal yang biasa. Sudah umum. Banyak temannya. Jadi tidak perlu merasa malu. Diliput televisi malah jadi sarana numpang ngetop. Kesempatan untuk tebar pesona. Kalaupun diproses hukum dengan uang hasil korupsi semua bisa diatur untuk memperoleh keringan hukum yang seringan-ringannya. Dengan uang pula bisa membeli kenyamanan fasilitas di dalam penjara. Bagaimana tidak enak? Berbeda dengan para istri atau keluarga yang akan berusaha menghindar. Kalau kepergok biasan
    Read More
  • 7

    Aug

    Kotoran di Tapak Sepatu

    Mengingat kejadian ini, saya jadi geli sendiri. Ada lucunya. Ada juga perasaan malu. Tetapi ada kesan yang membekas dan baunya masih terasa sampai saat ini. Waktu itu di perkumpulan saya sedang melayani seorang teman dari jauh. Kami mengobrol. Tapi dasar saya termasuk tipe pendiam dan ketemu orang yang pendiam jadinya kurang lancar komunkasinya.Apalagi waktu itu saya masih dalam keadaan agak lelah karena seharian pergi. Ditambah saya kurang konsentrasi ketika merasakan ada yang kurang beres pada penciuman saya.Saat itu saya mencium bau yang sedap-sedap eneg. Apaan tuh? Tak salah lagi, setelah saya resapi ini seperti bau kotoran manusia. Tapi asalnya dari mana? Ehm otak saya langsung bereaksi. Ini pasti berasal dari telapak sepatu kawan yang sedang berbicara dengan saya. Pikiran jadi
    Read More
  • 20

    Jul

    Ahok dan FPI Kena Batunya?

    Ahok, sapaan akrab dari Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akibat sikap kerasnya yang menjurus kasar dalam menghadapi pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang yang membandel sampai dijuluki seorang ibu dengan sebutan Firaun. Ahok kena batunya? Yang jelas kena hujat! Bukan hanya itu, Ahok pun dikritik keras oleh sebagian orang atas sikapnya yang dianggap akan merusak citra atasannya. Yakni Jokowi. Harus diakui memang sudah mulai banyak yang gerah dengan sikap Ahok selama ini. Walau tetap saja ada yang memaklumi dan membela. Kita percaya apa yang dilakukan Ahok adalah demi kebaikan dan menegakkan aturan. Cara tegas dan keras memang kadang diperlukan menghadapi warga yang super keras dan semaunya. Tetapi Ahok sebagai pejabat publik memang sebaiknya lebih tenang. Walau itu memang k
    Read More
  • 11

    Jul

    Belajar dari Kedermawanan Frederic Kanoute

    Bila masih punya hati kedermawan, maka akan selalu tergerak mengulurkan tangan untuk meringankan kesusahan sesama. Tidak tega melihat kesusahan orang lain saat diri sendiri hidup dalam kelebihan. Adalah pesepakbola Frederic Oumar Kanoute2 September 1977,mantan pemain Sevilla dan Tottenham Hotspurs asal Mali yang kini bermain untuk Beijing Guoan, klub Liga Super Cina yang tergerak hatinya untuk meringankan beban sesamanya yang ingin menunaikan ibadah puasa. Seperti yang diberitakanTribunnews.com, Kanoute tergerak nuraninya untuk meringankan biaya tambahan perawatan seorang pasien muslim di Kota Derby, Inggris yang hendak menunaikan ibadah puasa. Pasien tersebut bernama Imran Adam, pria berumur 26 tahun memiliki keterbatasan fisik karena menderita kelumpuhan otak besar. Karena keinginann
    Read More
  • 4

    Jul

    Orang Beriman, Percaya Dokter

    Sesat! Orang beriman itu percayanya sama Tuhan saja. Tidak boleh percaya sama dokter. Orang beriman kalau tidak perlu ke dokter. Berdoa saja sama Tuhan Yang Maha Penyembuh. Amini, maka akan sembuh. Kalau definisi keimanannya demikian. Silakan saja kalau lapar duduk diam lalu percayakan pada Tuhan yang akan mengenyangkan. Menjatuhkan makanan enak dari langit dan tinggal dimakan. Bila perlu percayakan juga pada Tuhan yang akan menyuapkan. Tidak usah percaya pada dokter. Dengan begitu juga tidak usah percaya sama guru-guru yang mengajar di sekolah. Tidak usah percaya sama dosen-dosen. Bukankah ilmu yang mereka ajarkan kebanyakan hasil pemikiran manusia? Kalau konsisten dengan definisi keimanannya hanya percaya pada Tuhan dengan tidak boleh percaya pada dokter. Artinya tidak usah baca buku
    Read More
  • 27

    Jun

    Walau Saya Tidak Mampu, Masih Ada yang Lebih Tidak Mampu

    Bicara mampu atau tidak mampu berkenaan dengan kemampuan hidup memang relatif. Standar miskin atau tidak pun masih samar-samar. Ada yang secara ekonomi tidak mampu. Tapi ia mampu menjalani hidup tanpa berkeluh-kesah. Ada yang secara ekonomi mampu. Tapi sepertinya tak mampu menjalani hidup dengan tiada habis mengeluh. Ada yang kelihatan hidupnya miskin. Tapi ia tidak berusaha memiskinkin dirinya. Ada yang kelihatan banyak duitnya. Tapi selalu merasa miskin dengan tak pernah merasa cukup. Kenyataan hidup memang ada yang jelas-jelas tidak mampu dan miskin secara ekonomi. Mereka sangat membutuhkan bantuan. Ketika pemerintah berniat memberikan kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak dalam bentuk bantuan langsung berupa uang tunai. Walau hanya kisaran ratusan ribu. Kabar itu sudah sep
    Read More
  • 21

    Jun

    Gadget dan Film XXX

    Empat karyawan wanita yang masih remaja asyik menonton film xxx atau bahasa kerennya bokep di bawah meja sebelum bubaran kerja. Aksi mereka dipelototi security yang bertugas malam itu. Saking asyik dan nikmatnya menonton sajian syiur dari ponsel, sehingga kehadiran security mereka abaikan. O oh, kalian ketahuan tertangkap basah nonton film terlarang. Akhirnya ponsel disita dan keempat karyawan membuat surat pernyataan. Yang dimasalahkan bukan film bokepnya _ security-nya juga ngiler kali. Tapi masalahnya mereka melakukannya pada saat jam kerja belum selesai. Jaman sekarang yang namanya film xxx itu bukan ‘barang aneh’ lagi. Begitu mudah diunduh dan disimpan di ponsel, sehingga bisa dinikmati begitu saja. Saya yang sehari-hari membuka internet dari ponsel seringkali
    Read More
  • 17

    Jun

    Apa Salahnya Polwan Berjilbab?

    Belakangan ini masalah jilbab kembali merebak. Yang menjadi sorotan adalah adanya larangan berjilbab bagi Polwan oleh Kepolisian republik Indonesia (Polri). Ya ampun, kok memakai jilbab dilarang? Seperti biasa pro dan kontra terjadi. Ada yang bilang ini aturan negara. Ada yang beralasan ini melanggar HAM dan kewajiban seorang muslimah. Soal pelarangan berjilbab ini dengan pikiran saya yang sederhana merasa adakejanggalan. Kalau tidak mau dikatakan aneh. Saya bertanya-tanya. Apa salahnya kalau Polwan yang seorang muslim mengenakan jilbab dalam menunaikan tugasnya? Apakah Polwan dengan memakai jilbab akan mengganggu tugasnya sehari-hari di lapangan? Masih perlu dipertanyakan. Bukankah bisa dirancang jilbab yang khusus, sehingga bisa nyaman dipakai dalam bertugas yang mema
    Read More
  • 15

    Jun

    Menertawakan Diri Sendiri dan Menerima Kesalahan

    Orang yang suka mencari-cari kesalahan tahu harga segala sesuatu tetapi tahu nilainya|Oscar Wilde Saya sebenarnya termasuk orang yang susah untuk tertawa. Tidak heran kalau dikatai teman-teman sebagai orang yang mahal tertawa. Sebab mereka memang jarang melihat saya tertawa. Apalagi sampai tertawa lepas. Tetapi yang tidak mereka ketahui saya sebenarnya suka tertawa. Ini rahasia sebenarnya. Saya lebih berani tertawa di hadapan diri saya sendiri daripada di depan orang-orang. Kenapa bisa? Bisa sebab saya suka berdiri di depan cermin untuk menertawakan diri sendiri. Tidak harus di depan cermin. Di jalan pun bisa. Saya menertawakan kebodohan diri yang masih kerap saya lakukan. Bahkan pernah saya kelepasan tertawa di kamar mandi waktu malam. Apa yang terjadi? Tetangga sebelah k
    Read More

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post