• 17

    Mar

    Ternyata, Kejujuran Itu Masih Ada

    Kejujuran Itu Masih Ada ~ 06:45 3 Februari 2016 Benarkah kejujuran  sudah langka di kehidupan kita atau sama sekali tidak ada lagi di dunia ini? Mengapa kita terlalu skeptis bila memiliki pemikiran ini karena bertemu satu dua atau beberapa orang di sekitar kita yang tidak jujur? Tak jarang pula kita membaca atau mendengar perkataan yang pesimistis bahwa kejujuran sudah langkah di dunia ini. Seakan di dunia ini tidak ada orang jujur lagi. Kalau pun ada sudah sulit menemukan. Ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Apakah ini karena bercermin pada diri sendiri? Seperti ada yang mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan! Tetapi bila juga mau jujur ternyata masih mudah pula kita menemukan orang-orang jujur di sekitar. Apakah di antara kita ada yang menemukan mereka yang
    Read More
  • 18

    Dec

    Arti Memberi

    Arti Memberi ~15:55 17 Desember 2015   Alangkah indahnya bila dalam hidup ini selalu ada keingingan untuk memberi setelah begitu banyak yang telah kita terima. Entah sudah berapa banyak yang telah kita terima selama hidup ini dari semesta ini. Air, udara, sinar matahari dan tanah yang kita pijak setiap hari adalah pemberian yang tak ternilai.  Hakekat kehidupan sesungguhnya adalah memberi. Dalam sejarah kehidupan manusia sejak dahulu kala sudah memberikan akan pengajaran ini.  Setiap tradisi leluhur dan pengajaran agama telah mencatatkan dengan agung dan indah soal memberi ini. Jejak-jejak yang ada dapat kita telusuri dan akan menemukan kebenaran akan hal ini.  Kabar baiknya adalah bahwa dalam memberi bukan berapa banyak yang kita berikan. Namun berapa besar kerelaan y
    Read More
  • 18

    Nov

    Bila Masing-masing Merasa Benar

    Bila Masing-masing Merasa Benar    Malam itu sekitar jam sebelas malam saya sedang memacu sepeda motor di jalan raya. Ketika hendak belok lampu merah sedang menyala. Sebagai pengguna jalan yang baik saya berhenti dan sabar menanti.    Seperti biasa kebanyakan pengendara begitu lampu kuning menyala sudah siap-siap menarik gas kendaraan. Jadi ketika lampu hijau menyala bisa langsung melesat.    Begitu juga saya saat melihat lampu hijau menyala lantas memacu kendaraan. Tetapi masih tetap waspada. Tak dinyana dari arah berlawanan sebuah kendaraan juga meluncur. Apa-apaan ini? Asumsi saya kalau dari arah saya lampu hijau menyala otomatis lampu trafik dari arah berlawanan pasti lampu merah yang menyala.    Karena saya merasa sudah benar ya terus menjalank
    Read More
  • 9

    Nov

    Perjalanan Kembali ke Dalam Diri

    Perjalanan Kembali Ke Dalam Diri    Dalam hidup kekinian setiap dari diri kita terlalu sibuk dengan urusan di luar dari diri. Sibuk dalam hal keduniawian. Kita lebih memahami kesuksesan hidup itu apabila sukses dalam usaha, karir, pendidikan, kekuasaan, atau segala hal di luar dari urusan spiritual. Memiliki anak-anak yang pintar dan berprestasi. Sebab hal seperti itulah yang lebih menarik dan menjadi fokus kehidupan kita.    Kita rela demi untuk meraih semua itu mengorbankan nilai-nilai spiritual yang kita miliki. Ya, demi kekayaan, peningkatan karir, dan meraih kekuasaan kita melakukan hal yang bertentangan dengan moralitas.    Kita tiada lelah mengejar keduniawian. Membangun rumah mewah dengan menghiasi seindah mungkin dengan perabotan yang berkualitas seb
    Read More
  • 22

    Oct

    Apa yang Dianggap Benar Belum Tentu Benar

    Apa yang sudah jelas kita lihat atau anggap benar belum tentu itu adalah kebenaran yang sesungguhnya. Seringkali kebenaran itu hanyalah menurut pendapat umum atau sekadar asumsi dan penglihatan kita.   Yang jadi masalah adalah kita memaksakan apa yang kita anggap atau lihat benar itu sebagai paling benar, sehingga dengan mudahnya kita menyalahkan atau bahkan menghakimi yang berbeda pendapat atau penglihatan. Padahal tidaklah demikian benarnya. Tetapi sudah demikian terpersepsi dalam diri kita.  Anak saya si dede menggambar sebatang pohon kelapa dengan dahan-dahannya yang rindang. Daun-daunnya diberi warna hijau. Namun salah satu dahan malah diwarnai coklat.  Gara-gara daun berwarna coklat itu nilai gambarnya berkurang. Guru si dede memberikan koreksi seharusnya daun-daun it
    Read More
  • 20

    Oct

    Apakah Agama Sudah Membuat Hidup Damai?

    Bila kita yang beragama masih suka bikin kacau dan tak bisa hidup damai dengan sesama itu membuktikan kita tak memahami makna dari kata ‘agama’ itu sendiri. Bagaimana kita bisa memahami ajaran agama kita sendiri bila untuk kata ‘agama’ saja tak bisa memahaminya dengan baik?  Padahal omo hal yang sederhana. Tetapi menjadi tidak sederhana ketika kita tidak menggunakan hati yang sederhana untuk memaknainya. Secara harafiah kita tahu bahwa kata ‘agama’ berasal dari bahasa Sansekerta A dan Gama. Yang bermakna ‘Tidak Kacau’ alias damai. Sederhana, kan? Sebenarnya dari makna kata ‘agama’ saja kita sudah dapat memahami bahwa dengan beragama itu adalah untuk membuat kehidupan ini aman dan damai alias tidak kacau atau mengacaukan kehi
    Read More
  • 2

    Oct

    Hidup Penuh Masalah

    Hidup Penuh Dengan Masalah    Bosan dengan masalah yang datang silih berganti dalam hidup ini dan berpikir kapan akan terbebas masalah? Jangankan sewaktu hidup orang mati saja akan menghadapi masalah.    Jadi adalah pemikiran yang konyol apabila menjalani hidup ini terbebas dari masalah. Masalahnya masalah akan menjadi masalah atau tidak semua kembali kepada kita menyikapi.  Sejatinya hidup ini adalah lautan masalah. Jadi ketika sudah hidup di dunia ini tak perlu takut dengan masalah. Sebab kita akan selalu menjumpai masalah.  Yang terpenting adalah kita dapat bijak menghadapi masalah yang datang dimana seakan tanpa henti itu. Sebab masalah itu adalah bagaikan batu ujian untuk meningkatkan kualitas diri kita.  Ketika kita mampu menghadapi dan cerdas meny
    Read More
  • 26

    Dec

    Belajar dari Hal Menyebalkan

    Entah berapa banyak kejadian yang tak berkenan atau menyebalkan yang harus kita alami dalam sehari saja. Yang membuat kita kehilangan keceriaan dan bahagia. Apalagi kita banyak berada di jalanan atau berhubungan dengan banyak orang dalam beraktivitas. Sudah menjadi risiko keseharian yang mau tidak mau harus dihadapi. Mengalami kejadian-kejadian yang menyebalkan itu pasti akan melelahkan, tidak menyenangkan hati dan membuat emosi tak stabil. Ada yang bisa meledak ketika mengalami kejadian dengan menumpahkan amarah. Tapi ada pula yang harus menahan diri demi menjaga image di tempat kerja. Lalu melampiaskan emosinya di rumah. Mengalami kejadian yang tidak menyenangkan hati dan menyebalkan ini setiap hari bila tanpa ada solusinya atau pengendalian diri, maka lama-kelamaan akan membuat k
    Read More
  • 29

    Nov

    Orangtua Demi Karir Lupa Menemani Anak Tumbuh Dewasa, Anak Demi Kebebasan Melupakan Perhatian Orangtua

    Fenomena orangtua yang demi karir melupakan anaknya sudah sekian lama kita temui. Banyak drama kehidupan ini diangkat menjadi kisah dalam sinetron atau film. ORANGTUA SIBUK BERKARIR LUPA MENEMANI ANAKNYA BERTUMBUH Orangtua yang lebih sibuk mengejar karir dan kedudukan membuat tidak sedikit anak-anak yang kehilangan perhatian orangtua yang didambakan, sehingga lebih akrab dengan pembantu di rumah. Karena orangtua pergi pagi, pulang sudah menjelang tengah malam. Yang menyedihkan, bukan hanya mengejar karir duniawian. Ada pula orangtua yang lebih sibuk mengejar karir kerohanian untuk melayani. Tapi anak-anak sendiri terlantarkan. Ini bukan omong kosong. Para orangtua berpikir anak-anaknya sudah cukup diberi pendidikan di sekolah yang terbaik, memberikan kemewahan
    Read More
-

Author

Manusia yang ingin berusaha menjadi lebih baik

Search

Recent Post